Edukasi penanganan konflik sosial berbasis pencegahan radikalisme dan terorisme” di aula SMK PGRI 3 Sidoarjo, Selasa (11/11/25). (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co — Dalam upaya membangun kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan keamanan bangsa, SMK PGRI 3 Sidoarjo menggelar kegiatan bertema “Penanganan Konflik Sosial Berbasis Pencegahan Radikalisme dan Terorisme” di aula sekolah, Selasa (11/11/25).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, di antaranya Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Riza Ali Faizin, M.Pd.I., Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Fredik Suharto, S.Sos., M.M., serta perwakilan dari Densus 88 Antiteror Polri.

Kepala SMK PGRI 3 Sidoarjo, Drs. H. Bahrul Ulum, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

“Kami mengundang para wali murid, khususnya kelas X, agar bisa memahami dan mendukung program sekolah. Dengan komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan siswa, diharapkan seluruh program pendidikan dapat berjalan optimal,” ujar Bahrul Ulum.

Lebih lanjut, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, terutama Bakesbangpol, Densus 88, dan Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada siswa tentang bahaya paham radikal dan terorisme. Diharapkan lingkungan sekolah bisa menjadi tempat yang aman dan kondusif untuk belajar serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta NKRI,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mencegah tumbuhnya paham-paham ekstrem di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain agar terus menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan nasionalisme di kalangan generasi muda,” pungkas Bahrul Ulum. (loe)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry