SURABAYA | duta.co – SMA Negeri 19 Surabaya menggelar rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H/2026 M dengan tema “Meneguhkan Ibadah, Mengasah Nalar Kritis, dan Berlomba dalam Kebaikan.” Program ini dirancang sebagai strategi penguatan pendidikan karakter di tengah meningkatnya tantangan kenakalan remaja.

Maraknya penyalahgunaan minuman keras, perkelahian, perundungan, hingga pergaulan bebas menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Sekolah menilai fenomena tersebut berpotensi menggerus pembentukan karakter generasi muda, sehingga penguatan nilai keimanan dan ketakwaan perlu ditanamkan secara konsisten sebagai benteng moral.

Momentum Ramadan dimanfaatkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas ibadah mahdhah, tetapi juga mengembangkan nalar kritis, kreativitas, dan kepedulian sosial siswa. Tema kegiatan selaras dengan sabda Rasulullah SAW, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit” (HR. Bukhari dan Muslim). Pembiasaan ibadah yang berkelanjutan diharapkan membentuk karakter disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta empati terhadap sesama.

Agenda utama berupa Pondok Ramadan dilaksanakan bertahap. Kelas XI mengikuti kegiatan pada 24–25 Februari 2026, sedangkan kelas X pada 26–27 Februari 2026.

Hari pertama difokuskan pada penguatan materi sekaligus praktik shalat berjamaah berskenario. Materi mencakup taharah, makmum masbuk, sujud sahwi, sujud tilawah, kondisi imam batal, imam lupa bacaan atau gerakan, kelebihan dan kekurangan rakaat, hingga tata cara meluruskan saf.

Setiap kelas dibagi menjadi enam kelompok terpisah antara putra dan putri. Dua kelompok digabung saat praktik dengan jumlah 10–11 siswa. Mereka mengundi dan mempraktikkan empat skenario shalat Subuh berjamaah di hadapan guru penguji.

Pada hari kedua, siswa menghasilkan karya kreatif bertema “Tutorial Beribadah dengan Benar.”Siswi membuat Pop Up Book, sementara siswa putra menyusun mading 3D.

Materi disesuaikan jenjang kelas. Kelas XI membahas panduan zakat fitrah, adab kepada orang tua dan guru, taharah, shalat berjamaah, etika bermedia sosial, serta adab berhias dalam Islam. Kelas X mengangkat panduan puasa Ramadan, etika berbusana Islami, hukum nun sukun dan tanwin, hingga tata cara shalat berjamaah. Sekolah memberikan penghargaan juara 1 dan 2 untuk kategori putra dan putri.

Kegiatan Ramadan juga diwujudkan melalui aksi sosial. Penunaian zakat fitrah dijadwalkan 23 Maret 2026, dengan batas pengumpulan hingga 6 Maret 2026. Setiap siswa menunaikan zakat berupa 3 kilogram beras

Pada hari yang sama, sekolah menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim di lingkungan sekitar.

Kepala SMA Negeri 19 Surabaya, Agustina Pertiwiningrum,menegaskan nilai ibadah harus tercermin dalam perilaku sehari-hari melalui pembiasaan dan pengawasan.

“Sekolah mendorong siswa melaksanakan shalat berjamaah, berpuasa, dan berakhlak mulia. Kami juga mengadakan penulisan aktivitas ibadah dalam buku pendamping Ramadan, diskusi pembuatan mading 3D dan Pop Up Book, serta kegiatan sosial seperti berbagi takjil dan santunan anak yatim,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Ramadan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan perubahan positif. Siswa dinilai lebih disiplin dan peduli terhadap sesama. “Penyaluran zakat fitrah dan santunan anak yatim memiliki makna besar dalam pendidikan karakter. Siswa belajar empati dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.

Sekolah juga melibatkan masyarakat sekitar dalam program santunan guna mempererat hubungan sosial. Ekstrakurikuler Smanexix English Community (SEC) bahkan secara mandiri menggelar santunan dengan dukungan donasi alumni yang mampu menghimpun dana hingga belasan juta rupiah setiap tahun.

Bagi siswa non-Muslim, sekolah menyelenggarakan kegiatan Pondok Kasih. Cecilia Carissa Putri Sea, siswi kelas XI-11, mengaku tetap mendapat ruang pembinaan iman.

“Saat teman-teman Islam mengikuti Pondok Ramadan, kami umat Kristiani dan Katolik mengikuti Pondok Kasih. Kami mendapat materi tentang kasih dan berkat kasih Allah kepada manusia,” ujarnya.

Ia mengutip 1 Yohanes 3:18 tentang pentingnya mengasihi dengan perbuatan dan kebenaran. Materi yang disampaikan Wirnandes Sihombing dinilai memperdalam pemahaman bahwa kasih Tuhan tidak bersyarat dan menjadi teladan sikap rendah hati.

Melalui rangkaian kegiatan terstruktur dan edukatif ini, SMA Negeri 19 Surabaya berharap mampu meneguhkan ibadah sekaligus membangun karakter kuat. Sekolah menargetkan lahirnya siswa yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga berakhlak mulia, peduli sosial, dan memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi dinamika kehidupan remaja.

Pihak sekolah juga berharap dukungan orang tua terus diperkuat, terutama dalam pembiasaan ibadah di rumah agar nilai yang ditanamkan di sekolah sejalan dengan praktik keseharian. Dengan kolaborasi guru MGMP Agama, Kesiswaan, ekstrakurikuler, orang tua, dan masyarakat, Ramadan 1447 H diharapkan memberi manfaat nyata bagi peserta didik dan lingkungan sekitar. (gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry