INOVASI : dr Achmad Fidaus Sani saat mengajar di Kelas Inspirasi di SMA Khadijah Surabaya, Kamis (12/12). DUTA/endang

SURABAYA l duta.co – Siswa-siswi SMA Khadijah Surabaya, Kamis (12/12) mengikuti pelajaran yang berbeda. Mereka bukan diajar guru sekolah melainkan orang tua dari teman mereka sendiri.

Para ‘pengajar’ itu dari berbagai profesi yang ada. Mulai dokter, dosen, polisi hingga aktivis di lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ada 12 profesi berbeda yang mengajar di 12 kelas mulai kelas X hingga XI.

Kelas Inspirasi, begitu program yang baru pertama kali digelar SMA di bawah Yayasan Taman Pendidikan dan Anak Yatim Khadijah itu.

Tujuannya agar para siswa mengenal lebih dekat profesi-profesi yang ada di sekitar sehingga sejak awal.siswa memiliki pandangan hendak memilih profesi apa.

“Karena saat duduk di bangku SMA ini adalah sesuatu yang menentukan apa yang hendak diraih di masa depan. Makanya kita gelar acara ini untuk pertama kalinya,” ujar Kepala SMA Khadijah Mas Ghofur.

Kelas Inspirasi ini mendapat respon yang luar biasa dari para orang tua. Salah satunya dari dr Achmad Fidaus Sani, orang tua dari siswa Nabiel Firdausi. Di kelas X IPA 4, dr Fidaus menceritakan tentang profesi yang digelutinya.

Menjadi dokter kata dr Firdaus, banyak hal yang bisa dilakukan. Bisa banyak membantu orang lain terutama dalam bidang kesehatan. “Tapi menjadi dokter itu tidak mudah,” kata dr Fidaus.

Untuk menjadi dokter harus menempuh beberapa tahapan. Jangka waktunya juga lebih lama dibandingkan kuliah bidang lain.

Dulu lima tahun baru lulus. Sekarang empat tahun dan dua tahun untuk profesi dokter. Jadi enam tahun baru bisa lulus.

Setelah lulus pun harus menempuh program internship selama setahun. “Baru setelah itu bisa praktik,” tuturnya.

Selain dr Firdaus, ada juga Zainal Arief, orang tua dari Muhammad Rafi. Di kelas X IPS 2, Zainal Arief menceritakan tentang profesinya sebagai dosen.

Di kelas ini, Zainal lebih banyak mengajak siswa untuk berpikir out of the box. Di zaman modern dan teknologi canggih ini, siswa boleh membuat sesuatu sesuai dengan keinginan asalkan terarah.

“Mau buat pesawat bentuk kotak, lonjong, silahkan saja. Tapi harus tahu juga apa kelebihan dan kekurangannya model pesawat yang kalian buat itu,” jelasnya.

Respon positif juga dirasakan siswa. Renata, siswa kelas XI IPA 4 ini merasa beruntung bisa didatangi guru dadakan dari profesi kontraktor.

Dari sharing yang dilakukan  di kelasnya itu Renata mengaku mendapatkan sesuatu pengetahuan yang berbeda dari selama ini yang dia  dapatkan.

“Pikiran jadi terbuka. Jadi bisa tahu kalau profesi ini seperti apa dan senagainya,” tukas Retana yang memilih menjadi dokter untuk masa depannya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry