SURABAYA | duta.co – Luar biasa! Jamaah Salat Jumat di Masjid Ababil, Kompleks Graha Astranawa, Jumat (15/2/2019) mendapat tamu istimewa. Adalah Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen bertindak sebagai khotib Jumat.

Jamaah yang meluber sampai lobi Astranawa merasa tercerahkan, termotivasi bagaimaana menjadi penerus bangsa yang baik..

“Alhamdulillah! Kebetulan beliau ada acara sarasehan di Koran Duta, maka, beliau kita minta sebagai khotib sekali. Dan luar biasa, taushiyah beliau benar-benar menggugah para jamaah,” demikian H Kahfi Suharto, Takmir Masjid Ababil kepada duta.co.

Mantan Kepala Staf Kostrad ini menjelaskan dalam khotbahnya, bahwa, sebagai umat Islam harus teguh memegang prinsip. Jangan mudah berpaling. Dan ini sudah diwaring oleh Allah swt sejak zaman kerasulan Nabi Muhammad saw.

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatangkan ke-mudharat-an kepada Allâh sedikit pun. Dan Allâh akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

“Allâh swt sudah memberikan peringatan: Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang? Dengan meninggalkan keimanan, jihad dan hal-hal lainnya yang telah datang kepada kalian perintah-perintah tentangnya. Barangsiapa berbalik, berpaling ke belakang, maka, dia tidak dapat mendatangkan ke-mudharat-an kepada Allâh sedikit pun,” demikian disampaikan Kivlan.

Yang menarik, Kivlan menarik ayat ini ke zaman sekarang. Di mana kita telah ditinggalkan para ulama yang dijamin kerifannya. Warga NU telah ditinggal KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah. Warga Muhammadiyah juga sudah ditinggal KH Achmad Dahlan.

“Apakah kita akan berpaling dari ajaran-ajaran beliau? Mari kita bersatu padu, jangan sampai umat Islam diadu domba. Hari ini situasinya seperti tahun 1965, di mana umat Islam mengalami tekanan-tekanan, dibilang fundamentalis, radikal dll. Jangan takut,” tegasnya sembari mengingatkan pentingnya garis lurus dalam perjuangan ini.

Khotbah Kivlan ini mendapat acungan jempol jamaah. “Beliau begitu tegas khotbahnya. Terasa betapa kita bersaudara. Beliau khotbah dengan tongkat, selesai salat membaca wirid jahr, sangat NU,” kata H Nur Hadi Sekjen PPKN (Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyah). (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.