SURABAYA  | duta.co – Kanker masih menjadi momok menakutkan. Bbagi wanita tumor yang saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi adalah serviks, kandungan dan payudara. Karena itu edukasi masalah kanker sejak dini harua terus dilakukan. Seperti yang dilalukan SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya.
Sekolah di kawasan Pucang itu menggelar seminar Penanggulangan Kanker Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di musala sekolah, Jumat (13/10). Hadir sebagai pembicara dr Hananto Sidohutomo, pembina Yayasan Kanker Wisnuwardhana Surabaya.
Dalam seminar yang dihadiri siswi kelas XII ini, dr Hananto mengatakan kanker serviks yang sekarang ini harus diwaspadai. Penyebabnya cukup beragam. Pertama karena tidak menjaga kebersihan. Misalnya celana dalam yang kotor atau pemakaian pembalut yang juga kotor. “Pembalut itu juga harus hati-hati. Karena banyak pembalut yang dibuat dari bahan kardus yang didaur ulang. Kardua dikasih pemutih dan bahan berbahaya bioksin yang bisa membuat kanker jika dilakukan terus menerus,” ujar dr Hananto.
Penyebab kedua kanker serviks adalah karena salah pilih. Misalnya suka mengonsumsi makanan yang diproses dengan cara dibakar, diasap digoreng, diasam diasin dan sejenisnya. “Prosea itu akan mengandung kasiogenik yang memicu sel kanker,” ujarnya.
Salah pilih itu bisa berupa penerapan seks bebas dalam kehidupannya. Atau juga salah dalam menerapkan obat-obat hormonal misalnya obat menjarangkan kehamilan dan sebagainya.
Faktor ketiga kata dr Hananto adalah karema faktor alami misalnya proses penuaan. “Karenanya jangan cepat menjadi tua. Caranya bagaimana selalu senang, tidak pernah stres dan sebagainya,” tuturnya.
Selain itu keturunan menjadi faktor pemicu timbulnya kanker. Salah satu orang tua memiliki keturunan kanker maka akan 14 kali risiko terkena. Sedangkan kedua orang tua memiliki keturunan kanker maka 42 kali beriisiko terkena kanker. “Jadi nanti kalau mau memilih pasangan harus diteliti dulu apakah memiliki keturunan kanker atau tidak. Karena nanti kalau terkena yang merawat adalah pasangannya,” tuturnya.
Tema kanker ini nampaknya cukup menarik bagi siswi. Koordinator Pengembangan Potensi Siswa Komite Sekolah, Antari Shinta Dhewi Pratiwy mengatakan, kegiatan ini memang untuk mengisi waktu siswi yang sedang berhalangan atau sedang menstruasi. Karena biasanya siswi yang sedang menstruasi mengisi waktu rehat sholat dengan bermain handphone. “Untuk mengisi kegiatan yang bermanfaat itu dengan acara seperti ini. Memberikan edukasi sesuatu yang bermanfaat bagi mereka sebagai perempuan,” ungkapnya.
Komite sekolah sengaja memilih kanker terutama kanker serviks untuk program edukasi ini. Karena dikatakan Antari, kanker masih menjadi momok menakutkan dan menjadi penyebab kematian tertinggi bagi wanita baik kanker payudara maupun kanker serviks.
Humas Smamda Surabaya, Tanti Puspitorini mengatakan pihak sekolah selalu mendukung semua kegiatan positif bagi semua siswa. Termasuk kegiatan yang digagas komite sekolah yang sejalan dengan kegiatan sekolah. end

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan