
SURABAYA | duta.co – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui ajang BICOM (Biology Competition) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Kompetisi ini dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu babak penyisihan pada 1 November 2025 serta babak semifinal dan final pada 9 November 2025.
Dalam kompetisi tersebut, satu tim perwakilan Smamda berhasil meraih juara 1. Tim ini terdiri atas dua siswa: Muhammad Salif Jibran Isam (kelas XI-8) dan Abid Damar Amirudin (kelas X-9). Keduanya menunjukkan kemampuan akademik, keterampilan praktikum, serta kesiapan mental yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian lomba.
Muhammad Salif Jibran Isam menyampaikan bahwa kompetisi BICOM 2025 menghadirkan tantangan yang cukup kompleks. Pada babak semifinal, peserta dihadapkan pada materi di luar prediksi, termasuk pemahaman bentuk dan fungsi bagian-bagian tumbuhan yang harus diaplikasikan secara langsung melalui kegiatan praktikum.
Sementara itu, pada babak final peserta dituntut mampu menjawab pertanyaan juri di hadapan publik dengan batasan waktu yang ketat.
“Kami berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan mempelajari berbagai referensi. Selain itu, kami mendapatkan pembinaan intensif dari guru Biologi selama satu minggu sebelum babak penyisihan dan satu minggu sebelum babak semifinal dan final, sehingga persiapan kami menjadi lebih matang,” ungkap Isam, Rabu (7/1/2026).
Abid Damar Amirudin menambahkan, beberapa materi yang diujikan berada di luar perkiraan awal. Peserta dituntut bekerja cepat, teliti, dan berpikir kritis, khususnya dalam pelaksanaan praktikum serta analisis studi kasus pada babak final.
Keberhasilan ini, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Orang tua memberikan dukungan moral dan psikologis, sementara pihak sekolah berperan aktif dalam memfasilitasi seluruh proses persiapan, mulai dari pendaftaran lomba, pembinaan rutin, latihan soal, pendalaman materi, hingga pelaksanaan praktikum di laboratorium.
Pembina sekaligus guru Biologi Smamda, Eka Haris Prastiwi, menyampaikan kesannya terhadap capaian kedua siswa tersebut. Ia menilai bahwa prestasi yang diraih merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten serta komitmen siswa dalam belajar.
“Saya merasa bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Para siswa mengikuti pembinaan dengan penuh kesungguhan dan semangat belajar yang tinggi. Bagi kami, prestasi ini tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari proses pembelajaran, kedisiplinan, dan keberanian siswa dalam menghadapi tantangan,” ujarnya.
Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani berkompetisi secara positif.
Selain meraih prestasi, kedua siswa juga mengaku memperoleh pengalaman berharga serta memperluas relasi dengan mahasiswa dan peserta dari berbagai SMA. Mereka berharap ke depan semakin banyak siswa yang berpartisipasi dalam kompetisi serupa dan tumbuh semangat berkompetisi secara sportif.
Prestasi ini menjadi wujud komitmen Smamda dalam mendukung pengembangan potensi akademik peserta didik serta membangun budaya prestasi yang berkelanjutan. ril





































