PERTUKARAN PELAJAR : Sepuluh siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya berfoto bersama di halaman sekolah usai berbagi pengalaman mereka selama delapan hari mengikuti pertukaran pelajar ke Australia. DUTA/Wiwiek Wulandari

SURABAYA | duta.co – Sepuluh siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) baru saja pulang dari program pertukaran pelajar di Goulburn Valley Grammar School (GVGS) di Shepparton Victoria, Australia.

Selama delapan hari mereka belajar di sekolah tersebut dan tinggal bersama keluarga angkat dari teman sekolah baru mereka.

Kesan mendalam dirasakan para siswa.  Belajar banyak hal menambah pengetahuan dan cara berpikir para siswa.

Salah satunya diungkapkan Aurelia Asilah Zahrah (16), siswa kelas XI.  Dikatakannya dia sangat senang bisa punya kesempatan ke Australia dan mengikuti program ini.

“Ingin punya pengalaman baru dan didukung orang tua. Selain itu saya juga lolos seleksi ini. Karena kalau tidak lolos seleksi juga tidak mungkin bisa berangkat,” ujar Asilah.

Selama tinggal di Australia, tak hanya belajar tentang budaya di sekolah. Asilah dan teman-temannya juga merasakan sensasi menjadi “bule” karena dijadikan native speaker untuk pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah itu.

Asilah merasakan nuansa sekolahnya sangat berbeda sangat tertib dan toleran. Dari beragam pengalamannya di Australia, ia dan teman-temannya sepakat tak bisa melupakan pengalaman harus dibawa ke kantor polisi usai makan

. Padahal mereka berencana untuk pulang setelah seharian beraktivitas.

“Habis makan kami disuruh ke kantor polisi, guru pendamping dari GVGS juga tidak menjelaskan. Jadi deg-degan, salah apa kami habis makan dibawa ke kantor polisi,” kenangnya.

Ternyata, Aurel dan teman-temannya diajak melihat aktivitas dan profesi polisi di Australia. Mereka bahkan mendapat kenang-kenangan dengan label Victoria Police Office berupa kalender, ear phone, lip balm bahkan bola kriket.

Rayzan Rahmanda (16), mengungkapkan hal serupa. Ia ingat berawal dari guru pendampingnya berbincang dengan seorang Polisi yang bernama Sam. Kemudian mereka diajak ke Kantor Polisi.

“Tentu kami panik dan bertanya, apa kami melakukan kesalahan? Karena pendamping kami juga tidak tahu kenapa kita diajak ke kantor polisi,” urainya.

Ternyata, polisi yang berbincang dengan mereka ingin memberitahukan kantornya dan bagaimana polisi di sana bekerja.

 “Kami diberi tahu bahwa Polisi bertugas untuk melindungi dan menjaga keamanan masyarakat. Mereka siap membantu dan mengarahkan warga. Tidak peduli ras, warna kulit, agama, dan lainnya. Mereka bertugas untuk menjaga segalanya tetap aman,”lanjutnya.

Syuhada Ishak Abilio Gomes, Waka kurikulum Smamda Surabaya mengungkapkan pertukaran pelajar ini akan membawa pelajaran dan nilai moral bagi siswa untuk lebih tertib di sekolah.

“Tiap tahunnya pasti ada perubahan dalam sekolah, kami juga bisa mengadaptasi aturan di sekolah tujuan kami untuk diterapkan di Smamda,”urainya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.