TRENGGALEK | duta.co — Nahas dialami ASR (11), murid SDN 1 Ngantru Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Ia terjatuh dari plafon sekolahnya setinggi empat meter saat mengambil bola. Akibatnya, siswa kelas 4 ini harus dirawat intensif di RSUD dr Sudomo Trenggalek guna mendapatkan pertolongan.

Yulianto (32), ayah kandung ASR mengatakan, dirinya mengetahui hal tersebut setelah dihubungi melalui telepon. Sadar anaknya celaka, pria yang kesehariannya berdagang parfum ini langsung menghampiri RS.

“Tahu kalau anak saya celaka saya datang ke RS ini,” ungkapnya, Jum’at, (11/1/2019) di Trenggalek.

Yulianto menjelaskan, saat itu, anaknya sedang bermain bola seperti biasa dengan teman sekolahnya di area halaman. Namun tiba-tiba bolanya tertendang keras mengarah ke atas hingga masuk ke lubang plafon sekolah yang masih tahap renovasi.

“Bolanya menjulang hingga masuk lubang plafon samping bantaran lantai dua sekolah yang masih belum selesai pembangunannya,” jelasnya.

Tetapi, masih lanjut Yulianto, karena antara plafon atap sekolah dan bantaran lantai dua tidak ada pagar pengamannya, tanpa disadari ASR menginjak plafon tersebut hingga terperosok dan jatuh.

“Dia langsung jatuh dari plafon setinggi 4 meter dari tanah hingga mengalami beberapa luka,” lanjutnya.

Sebenarnya, pihaknya telah mewanti-wanti pihak sekolah agar membuat pagar pengaman antara batas bangunan lantai dua dengan bangunan lama. Namun sampai sekarang bangunan yang menurut informasi dari anggaran swakelola sekolah berasal bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut tidak pernah terwujud.

“Sudah kita usulkan pagar, tapi sampai sekarang tidak pernah ada pagar itu,” katanya.

Sementara pihak RSUD dr Sudomo juga enggan dikonfirmasi penanganan medis terhadap korban ASR. Bahkan pihak RS sempat membentak wartawan untuk tidak meliput dan mengambil gambar korban.

Sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek menegaskan kejadian yang dikategorikan kelalaian tersebut murni kesalahan pihak sekolah. “Kita dinas tidak salah, yang salah ya sekolah itu,” tandasnya.

Sampai sekarang belum diketahui tindakan dinas maupun sekolah itu seolah masalah itu diabaikan begitu saja. (dik/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.