Ramot Batubara, perwakilan pihak keluarga Endang Suhartini alias Siska, didampingi penasehat hukum Franky Desima Waruwu saat wawancara dengan wartawan di Surabaya. (DUTA.CO/Henoch Kurniawan)

SURABAYA | duta.co – Endang Suhartini alias Siska, muncikari artis, sekaligus tersangka kasus dugaan prostitusi online menyayangkan sikap para temannya yang saat ini dinilai mengacuhkan dirinya.

Dibalik jeruji Rutan Medaeng, wanita berusia 37 tahun ini meminta para temannya tersebut peduli terhadap nasibnya.

Hal itu seperti yang disampaikan Ramot Barubara, perwakilan dari keluarga Endang kepada wartawan.

“Paska ditangkap Polda Jatim dan dihebloskan penjara, tidak ada temannya yang pergi menjenguk. Keluhan ini ditujukan secara khusus kepada temannya berinisial W yang ada di Jakarta, DWB yang ada di Bali dan E berada di Bandung,” ujar Ramot didampingi Franky Desima Waruwu, Penasehat Hukum Endang.

Mengapa Endang ingin ketiga nama ini peduli terhadap dirinya? Ramot mengatakan bahwasannya sebelum kasus ini terungkap, ketiganya pernah menjadi mitra bisnis, namun sejak dirinya ditahan, terkesan tak peduli.

Ramot menambahkan, siapa dan apa peran ketiganya ini, bakal pihaknya ungkap dalam persidangan. Namun, pihaknya sempat membocorkan profesi ketiga orang ini. “Ketiganya berprofesi sebagai pengusaha,” bebernya.

Menghadapi sidang perdana yang bakal digelar  pada Senin (25/3/2019) ini, Franky menyatakan kesiapannya. Sesuai agenda, sidang bakal digelar dengan agenda pembacaan berkas dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. “Tim penasehat hukum beranggotakan 5 advokat. Kita sudah siap,” ujarnya.

Bahkan Franky secara tegas menyatakan pihaknya bakal mengungkapkan kejanggalan pasal-pasal yang dijeratkan jaksa nantinya.

Untuk diketahui, kasus prostitusi ini bermula dari pertemuan antara Dhani yang kini buron dengan seorang pengusaha bernama Rian Subroto di salah satu cafe di Lumajang.

Dhani kepada Rian mengaku mengenal Tentri sebagai mucikari artis dan selebgram. Rian yang tertarik kemudian dihubungkan Dhani dengan Tentri. Melalui percakapan WhatsApp (WA) keduanya bertransaksi. Rian sepakat berhubungan seks dengan Avriellya dengan tarif Rp 25 juta.

Selanjutnya, Rian yang ingin menggunakan jasa Vanesa menghubungi dua mucikari lain, Intan Permatasari Winidndya Chasanovri alias Nindy dan Fitriandi melalui WA.

Fitri dan Nindy lalu menghubungi Siska untuk menawarkan tawaran Rian ke Vanessa.

Setelah melalui tawar menawar disepakati tarif Vanessa untuk berhubungan seks dengan Rian Rp 80 juta. Siska lalu menghubungi Dhani untuk menyampaikan kepada Rian.

Selanjutnya, Rian yang sepakat membayar jasa Vanessa dan Avriellya Rp 135 juta.

Selain tarif, biaya sebesar itu sudah termasuk biaya operasional seperti tiket pesawat untuk mendatangkan keduanya dari Jakarta ke Surabaya.

Sesampai di Surabaya pada 5 Januari lalu, Vanessa sempat diantar ke Surabaya Town Square atas permintaan Siska. Selanjutnya, Vanessa diajak ke Hotel Vaza di Jalan HR Muhammad.

Saat Rian berhubungan badan dengan Vanessa, polisi dari Polda Jatim menangkapnya. (eno)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.