JAKARTA | duta.co – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memiliki pergaulan cukup luas di kancah internasional. Kemampuannya dalam berbahasa Inggris sebagai bahasa diplomasi juga banyak dipuji kalangan internasional.
Sejumlahpejabat dari sejumlah negara Eropa dan  Amerika mengunjungi Prabowo di  kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Paling mutakhir kunjungan Panglima NATO, Jenderal (purn) Wesley Clark ke kediaman Prabowo Jumat (22/2/2019). Dalam bahasa politik, kunjungan itu merupakan bentuk dukungan kepada Prabowo untuk menjadi presiden RIm
“Pak Prabowo memang memiliki pergaluan yang cukup luas dan dia adalah mantan tentara yang brilian,” ungkap Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Ahmad Alfajri, Jumat (22/2).
Namun demikian, Fajri menilai kedatangan Clark tidak serta merta ditafsirkan sebagai dukungan terhadap Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

“Kunjungan ke Prabowo belum bisa ditafsirkan bahwa NATO lebih berminat kepada Prabowo,” tegasnya.

Fajri juga yakin, Clark tidak ingin dikenal sebagai sosok yang mendukung Prabowo, terlebih mewakili NATO.

“Karena itu akan menempatkan mereka dalam posisi yang tidak strategis jika berhadap dengan pemerintahan sekarang,” sambungnya.

Fajri memilih menafsirkan kunjungan Clark tersebut dengan membandingkan pergaulan antara para calon presiden. Prabowo, kata dia, lebih memiliki hubungan internasional yang luas, sementara Jokowi kurang aktif dalam forum-forum internasional.

“Memang Jokowi kurang aktif terlibat dalam forum-forum internasional, terutama yang berhubungan dengan isu-isu keamanan, jadi attachment lembaga keamanan seperti NATO kepada Jokowi memang tidak terlalu kuat,” demikian Fajri.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean juga menyatakan, kunjungan Clark membuktikan Prabowo lebih unggul ketimbang Jokowi.
“Pak Prabowo adalah mantan tentara, jenderal yang dulu punya hubungan dengan banyak perwira militer dari banyak negara. Jadi tidak aneh jika Prabowo punya banyak sahabat di luar dan tentu memiliki sumber informasi yang cukup tentang geopolitik internasional,” ujarnya.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat ini menilai kehadiran Clark juga menjadi bukti Prabowo lebih unggul dari Joko Widodo (Jokowi).

“Beliau juga cakap berbahasa asing sehingga tidak ada hambatan untuk berkomunikasi. Beda dengan Jokowi yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi dengan bahasa asing,” tutur Ferdinand.

Menurutnya, kemampuan Jokowi dalam bergaul di kancah internasional masih minim. Itu juga yang menyebabkan Jokowi tidak mampu membuat Indonesia lebih eksis di kancah internasional.

“Sehingga pergaulan internasional kita sebagai bangsa menurun dan hampir hilang. Menghadiri sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saja tidak pernah alias tidak berani,” pungkasnya. (RMOL)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.