Camat Tanggulangin, Sabino Mariano, dan Ketua MUI Tanggulangin Gus Abdullah Achmad bersama relawan dan LSM melaksanakan komunikasi terkait jamu herbal. (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Upaya kepedulian yang sangat tinggi terlihat dari kegiatan Camat Tanggulangin, Sabino Mariano, bersama para relawan dan beberapa tokoh agama, khususnya di wilayah Tanggulangin.

Pasalnya, Camat bersama para relawan dan beberapa tokoh agama tersebut terus memaksimalkan pendistribusian obat herbal (jamu) yang dibuat bersama warga. Jamu berbahan rempah-rempah, kunyit, jahe, dlingu dan kunci, kencur dan lain sebagainya, semuanya untuk diberikan secara gratis kepada warga Tanggulangin yang terpapar Covid-19, khususnya yang isolasi mandiri di shelter Puskesmas Porong maupun di rumah.

Camat Tanggulangin, Sabino Mariano, saat dijumpai duta, Kamis, (29/7/21), mengatakan, dirinya mengapresiasi bantuan tersebut. Bahkan, dia ingin menghidupkan kembali budaya minum jamu seperti nenek moyang warga Indonesia zaman dulu.

Dirinya sudah mengkomunikasikan dengan para Kades, PKK, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, untuk menggiatkan kembali budaya mengonsumsi jamu di masa pandemi ini guna melawan Covid-19.

“Yang jelas, membudayakan masyarakat mengonsumsi dan membuat minuman sehat berbahan herbal sebagai upaya memperkuat imunitas terlebih di masa pandemi Covid-19 yang makin masif,” pungkas Sabino.

Senada, Gus Abdullah Achmad, Ketua MUI dan Rois MWC (Majelis Wakil Cabang) NU (Nahdlatul Ulama) Tanggulangin menambahkan, menurutnya, herbal sangat bagus untuk dikonsumsi.

“Kita kembali ke Timbun Nabawi, kembali pengobatan Rasulullah (yakni) pengobatan herbal. Selain tanpa ada efek samping, tidak menimbulkan resiko lainnya. Dan terbukti kesehatannya dan tidak ada kimianya,” ujar Gus Abdullah.

“Kami semua saling mendukung yang bersifat positif, semua yang diciptakan oleh Allah SWT ada manfaatnya, dan kita tetap berikhtiar melawan dan berusaha untuk mengatasi pandemi. Seperti halnya rokok herbal komposisinya ada safron kapulaga, madu siri untuk kesehatan Barokallah-nya Wali 9,” ujar Gus Abdullah sembari tersenyum.

Secara bathin ikhtiar, imbuh Gus Abdullah, yakni berdzikir kepada Allah SWT untuk memagari Tanggulangin dari wabah dan penyakit apapun.

“Artinya, yang punya penyakit itu yang diatas (Allah SWT) dan punya obat juga yang diatas. Ikhtiar NU Tanggulangin melalui badan-badan Otonom NU (Banom),” terang Gus Abdullah Achmad, Ketua MUI dan Rois MWC NU Tanggulangin ini. (loe)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry