SURABAYA | duta.co — Menyadari semakin kompetitifnya pengembangan institusi Pendidikan Tinggi di masa depan, organisasi Computer Society of Nahdlatul Ulama, atau yang sering disebut sebagai CSNU, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) dan Webinar Series.

Acara ini dimulai tanggal 27 April sd dengan 2 Mei 2021. Rakornas yang akan diselenggarakan melalui Video Conference ini akan dihadiri oleh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama bidang Ilmu Komputer dari seluruh Indonesia.

Dr. Hozairi selaku ketua CSNU mengatakan arti penting keberadaan CSNU, “melalui wadah CSNU, Prodi-Prodi Komputer di lingkungan PTNU dapat memiliki suara dan bersama-sama meningkatkan kapasitas kelembagaan”, papar Dosen UNiversitas Islam Madura, Pamekasan ini.

“Rangkaian Acara Rakornas CSNU tahun 2021 ini melalui beberapa mata acara,” ungkap M. Afif Effindi, Ketua Panitia Rakornas dalam kesempatan terpisah melalui sambungan telepon, “diantaranya Webinar untuk pendampingan dosen PTNU agar lulus Sertifikasi Dosen, kiat lolos Hibah Penelitian dan Abdimas tahun 2022, serta Merdeka Belajar Kampus Merdeka, serta puncaknya adalah Rakornas pada tanggal 1 dan 2 Mei 2021”, papar Dosen UTM dan STTQ Gresik ini.

Sebagai informasi, CSNU didirikan pada 16 April 2016 di STT Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo (Sekarang Universitas Nurul Jadid) oleh dosen serta praktisi di bidang Teknologi Informasi dan disupport oleh LPTNU Jawa Timur.

Organisasi ini didirikan sebagai respon untuk peningkatan kapasitas sivitas akademika dan institusi Perguruan Tinggi NU dalam bidang Ilmu Komputer. Hingga saat ini CSNU sudah menerbitkan Jurnal Ilmiah Nasional yang bereputasi, yakni Nusantara Journal of Computers and Its Applications (NJCA) sebagai wadah pada dosen atau peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya.

Dalam kesempatan yang terpisah, Yusuf Amrozi sekretaris LPTNU Jawa Timur menambahkan bahwa konsen perguruan tinggi NU tidak hanya pada prodi-prodi keagamaan, tetapi universal termasuk prodi-prodi rumpun computer science.

Dengan munculnya UNU UNU baru serta perguruan tinggi NU yang lama, sudah puluhan fakultas dan prodi dibidang ini, dan karenanya perlu kita support. tantangan lain selain kampus merdeka dan merdeka belajar adalah bagaimana mewujudkan pendaminan mutu internal, mengingat kedepan akreditasi prodi melibatkan lembaga akreditasi mandiri yang digawangi oleh rumpun keilmuan yang bersangkutan, yang dalam hal ini Lembaga Akreditasi Mandiri Infokom (lembaga akreditasi mandiri untuk bidang informatika dan komputer), papar Wadek 3 FST UInsa ini. (*)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry