MALANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya yang disuport Polres Malang Kota menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kedua belah pihak dalam gelaran ini sukses menghantarkan seluruh peserta lulus 100 %.

Menurut Kapolres Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK, PWI Malangraya telah membangun teori kerjasama yang apik. Hingga Kota Malang jauh dari konflik, karena terbangun kerjasama semua komponen bangsa secara baik. Polres sendiri menyadari belum sempurna memberikan pelayanan keamanan.

“Namun sebagai wujud silaturahmi, saya harap kerjasama dengan PWI tak hanya berakhir di UKW ini. Dalam keseharian hendaknya juga saling suport,” ungkap Budi Hermanto, Selasa (07/12).

Gelaran UKW ini dihelat selama lima hari di Hotel Savana Kota Malang. Diikuti 38 peserta dari berbagai media dan kota. Hal ini diapresiasi Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Harun yang disampaikan oleh Kapolres Malang Kota. Menurutnya ini sebagai bentuk kerjasama yang mesti dicontoh daerah lain.

Ketua PWI Malangraya Ir Cahyono, kemudian menimpali, bahwa ia salut kepada Kapolres Malang Kota yang menyuport begitu besar kegiatan UKW. Patut disyukuri, pelaksanaan selama lima hari tidak ada halangan yang berarti.

“Ini juga sebagai menggeser paradigma negatif yang melekat “wartawan tidak bisa diatur”. Ternyata kami sangat patuh terhadap aturan,” tukas Cahyono.

Rencananya PWI Malangraya, pada Maret 2022 akan menghelat lagi UKW yang menghimpun peserta dari seluruh Indonesia. Dari berbagai daerah seperti Kalteng, Banjarmasin, Madiun dan berbagai wilayah lain sudah mengajukan diri untuk jadi peserta.

“Impian saya PWI Malangraya sebagai jujugan UKW di Indonesia. Hanya di Malang pesertanya dijamin tidak mengelurkan biaya sama sekali. Ini juga satu-satu di negara ini,” urainya.

Sekertaris PWI Jatim, Eko Pamudji sangat mengapresiasi UKW ini. Menurutnya sistem yang dibangun panitia sangat solid. Ia sebagai penguji merasa terbantu, dan ia berharap pula, jika sudah dinyatakan lulus tetaplah belajar. Jangan sampai kesenjangan keilmuan, antara narasumber dan reporter menjadikan informasi yang disampaikan ke masyarakat “selegenjeh”.

“Bagaiamana mungkin membuahkan berita yang mencerahkan, jika narasumber berilmu tinggi, sedangkan pewartanya cekak pengetahuan,” tukas Eko Pamudji.

Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo dalam kesempatan ini juga menyampaikan pesan, yang dibacakan Ketua panitia, Mardi Sampurno. Bahwa wartawan berperan besar dalam mensukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Yakni dengan menyajikan berita-berita yang adil, konstruktif, berimbang, dan jernih sehingga mampu menciptakan ekspektasi positif.

“Terutama harapan positif bagi pelaku ekonomi, untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan Covid-19,” kata Andreas Eddy.

Menurut dia, ketika wartawan mengangkat atau menulis isyu-isyu terkait ekonomi. Adanya informasi yang salah terkait berita ekonomi, dampaknya lebih terasa karena akan mengganggu ekosistem dari perekonomian.

Intinya, wartawan ekonomi dituntut lebih memiliki pengetahuan tentang keuangan yang lebih memadai dan mampu menjelaskan dengan baik. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang lebih luas, seperti pelaku pembuat kebijakan, investor, pelaku industri, maupun konsumen.

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry