GM PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Dwi Kusnanto saat memberikan paparan kepada peserta workshop Workshop Sinergi PLN dengan Dunia Usaha demi mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur, di Dyandra Convention Centre, Senin (26/2).  DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Sinergi, menjadi kata kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. PT PLN (Persero) sebagai penyedia ketenagalistrikan tidak bisa berjalan sendiri jika tanpa dukungan pihak lain terutama kalangan dunia usaha.

Karenanya, PT PLN mendorong terjadinya kolaborasi yang dinamis di antara banyak pihak. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya sharing atau diskusi antara PLN dengan beberapa asosiasi dunia usaha di antaranya Real Estate Indonesia, (REI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Kontraktor Listrik dan sejumlah asosiasi lain dalam acara Workshop Sinergi PLN dengan Dunia Usaha demi mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur, di Dyandra Convention Centre, Senin (26/2).

General Manager PT PLN Dstribusi Jawa Timur Dwi Kusnanto mengakui kolaborasi antara semua pihak penting dilakukan. Apalagi nantinya bisa muncul kerjasama-kerjasama untuk menciptakan iklim bisnis yang kondusif.

“Kami komit dan berkeinginan kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Karena itu, saya mengajak semua kalangan terkait, swasta dan pemerintah, untuk duduk bareng mencarikan alternatif-alternatif,” kata Dwi.

Daa dari Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Propinsi Jawa Timur untuk tahun 2017 mampu tumbuh 5,6 persen, tetapi untuk bisa mencapai target pertumbuhan maksimal di 2018, tetap dibutuhkan sinergi.

Terutama sinergi dengan semua stakeholder perekonomian, agar bisa saling mendukung, memperkuat dan mengisi kekurangan masing-masing.

Sektor industri pengolahan makanan, pertanian, perikanan dan manufaktur menempati posisi paling besar menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut.

Untuk  pertumbuhan konsumsi energi listrik, Jawa Timur tumbuh paling tinggi mencapai 7 – 8 Persen pertahun untuk tahun yang sama. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

“Situasi sekarang, di mana kita tahu ada hajat politik di Jawa Timur di tahun 2018, dan tahun depan hajat politik nasional, kita butuh menjaga kekompakan. Butuh untuk saling memperkuat dan berjalan bareng, agar Jawa Timur tetap tumbuh stabil,” tegas Dwi.

Untuk sector rumah tangga, PLN mengajak kalangan developer properti, seperti REI, APERSI, APERNAS dan Developer independen untuk terus membangun pemukiman baru bagi masyarakat.

Selain terus meningkatkan rasio elektrifikasi mencapai 100 persen, terhadap  pemukiman-pemukiman baru berbagai kemudahan diberikan PLN dalam menyediakan energy listrik.

“Sektor properti sangat penting untuk terus tumbuh. Kami terus komitmen untuk menawarkan kemudahan menyediakan listrik bagi perumahan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Regional Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara, Djoko Rahardjo Abumanan, menyampaikan Jawa Timur juga harus mendorong pertumbuhan Industri seperti yang dilakukan di Jawa Barat.

“Mengingat, PLN Getting Electricity itu bukan hanya PLN saja tapi melibatkan banyak pihak. Dan saat ini, komunikasi dengan stakeholder sudah terjalin dengan sangat baik,” tukas Djoko.

Workshop dihadiri oleh berbagai instansi berbagai pemangku kepentingan bidang ekonomi, termasuk dari kalangan pemerintah propinsi Jawa Timur, seperti BAPPEDA, Penanaman Modal, Dinas Perumahan dan Prasasarana Wilayah.

Terdapat kecukupan daya listrik pada system interkoneksi Jawa Bali saat ini, yang bisa dijadikan peluang besar untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

“Ketersediaan daya listrik yang dimiliki PLN saat ini, adalah modal awal untuk memacu angka pertumbuhan. Tinggal mana dunia usaha bisa memanfaatkan secara maksimal” pungkas Dwi. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.