Sinergi BUMN : (ki-ka) Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia Ahyanizzaman, Direktur Utama PT Pos Gilarsi Wahju Setijono, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT PELNI Harri Budiarto,Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Hery Sikado dan Direktur Operasi PT Pelindo IV Alif Abadi usai penandatanganan MoU di Jakarta, Kamis (27/4). DUTA/istimewa

 

JAKARTA | duta.co – Bukan hanya harga bahan bakar minyak (BBM) yang sama di seluruh Indonesia terutama di Papua, harga semen pun nantinya akan disamakan. Karena itu, para BUMN yang bergerak dalam bisnis ini, pun melakukan kesepatan.

Langkah yang signifikan dilakukan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, SI menyelenggarakan rangkaian Focus Discussion Group (FGD) berjudul “Membangun Seamless Logistics melalui Sinergi BUMN Dalam Upaya Memperkecil Disparitas Harga Semen di Papua” Langkah-Langkah Strategis Dalam Upaya Mengurangi Disparitas Harga Semen Di Papua Menuju Seamless Logistic Dengan Sinergi BUMN. FGD ini sebagai tindak lanjut dari acara yang digelar serupa di Bandung awal 2017 lalu.

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rachman Arief Dienaputra hadir sebagai pembicara. Juga ada Kepala Sub Direktorat Angkutan Laut Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan Wigyo,  Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Logistik Kementerian Perdagangan Poltak Ambarita, Direktur Komersial dan Supply Chain Semen Indonesia Ahyanizzaman.

Sebelumnya Pemerintah telah melakukan pemangkasan harga BBM di Papua sama dengan di Pulau Jawa. Serta untuk merumuskan rekomendasi kebijakan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan, sehingga harga komoditas di seluruh Indonesia tidak jauh berbeda, bahkan sama. Sebagai contoh, harga 1 zak semen di Pulau Jawa Rp 70.000 tetapi di Papua terutama di daerah Kabupaten Puncak, Wamena, dan wilayah pegunuangan Papua lainnya bisa mencapai Rp 800.000 hingga Rp 2,5 juta.

Pekerjaan rumah tersebut oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian diharapkan dapat diwujudkan oleh Pemerintah secara bersama dengan pemangku kepentingan yang terlibat terutama BUMN produsen semen seperti PT Semen Indonesia (Persero), dan BUMN logistik seperti PT Pos Indonesia, PT PELNI, PT Pelindo, dan PT Angkasa Pura, serta pelaku dan penyedia jasa logistik swasta lainnya.

Bukan hanya semen, namun juga perlu sinergi BUMN dalam pemerataan komoditas pokok lainnya seperti 9 bahan pokok. Selain masalah harga, perbedaan tersebut juga menyangkut masalah keadilan dan pemerataan di seluruh wilayah NKRI.

Kesenjangan antara kota dan desa masih menjadi isu krusial di Indonesia hingga saat ini. Kondisi mayoritas warga yang tinggal di pelosok desa dan daerah perbatasan pada umumnya hampir sama, yakni rerata pendapatannya rendah, sedangkan harga-harga berbagai komoditas harus dibayar lebih mahal. Sebaliknya, warga di perkotaan pada umumnya memiliki pendapatan cukup tinggi, dan harga-harga lebih murah dibandingkan dengan perdesaan.

Direktur Pemasaran dan Supply Chain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Ahyanizzaman mengungkapkan, sejak 2016 Perseroan tengah memfokuskan orientasi usahanya kepada konsumen, di mana hal utama yang dibutuhkan konsumen selain ketersediaan semen sebagai komoditas strategis juga keterjangkauan harga produk semen dan turunannya di pasaran. “Artinya perlu ada efisiensi dalam proses distribusi produk dari pabrik menuju pasar,” ujarnya dalam rilis yang diterima Duta, Kamis (27/4).

Semen Indonesia memiliki 26 titik jaringan distribusi semen tersebar di pelosok nusantara, yang berada di daerah pesisir laut. Hal tersebut sangat memungkinkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui pemanfaatan insfrastruktur yang tersebar dan dukungan Pemerintah, berperan menjadi salah satu backbone pembangunan infrastruktur nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Pidato Presiden dalam Pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) Tahap I September 2015, di Istana Merdeka disampaikan bahwa 3 (tiga) langkah implementasi PKE I salah satunya adalah mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional.

Dalam acara FGD tersebut dilakukan penandatanganan Piagam Kerjasama Nota Kesepahaman antara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., PT Pos Indonesia, PT PELNI, PT Pelindo IV, dan PT Angkasa Pura I sebagai langkah nyata sinergi BUMN dalam mendukung program pembangunan pemerintah untuk membangun seamless logistics sebagai upaya memperkecil disparitas harga semen di Papua. Sinergi tersebut meliputi optimalisasi pemanfaatan jasa layanan logistik, outlet untuk kegiatan penjualan produk/ jasa, aset, jasa keuangan, teknologi informasi & komunikasi, tenaga profesional, dan lainnya.

Tindak lanjut FGD dalam menurunkan disparitas harga semen di Papua yaitu dengan cara mengoptimalkan peran tol laut, menggunakan kombinasi jalur sungai-darat, serta mewujudkan jembatan udara. Subsidi biaya logistik yang dialokasikan untuk ketiga moda distribusi tersebut perlu dikendalikan agar tepat sasaran. Dengan demikian diharapkan penurunan harga semen di Papua dapat terwujud hingga kisaran Rp. 75.000/ zak, baik di Pesisir atau Daerah Pegunungan Papua.(end)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry