GRESIK | duta.co  – Sebanyak 52 sekolah menengah atas (SMA) di Gresik ikuti simulasi ujian berbasis komputer (UNBK) pada Senin (13/11) kemarin. Simulasi ujian nasional (unas) tahun 2018 berlangsung selama 3 hari.
Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Kebomas Mohammad Muslich Selasa mengatakan, proses simulasi berjalan lancar. Hanya saja, perbedaan pada tahun lalu terjadi penambahan mata pelajaran (mapel). “Kalau tahun lalu hanya 4 mapel, sekarang jadi 6,” ungkapnya.
Penambahan mapel disesuaikan dengan jurusan masing-masing. Namun ada dua mapel yang harus ada disetiap jurusan. Yakni mapel Bahasa Inggris dan Matematika. Selain itu, penambahan disesuaikan dengan jurusan sekolah.
Di SMA Negeri 1 Kebomas sendiri, total peserta yang mengikuti simulasi UNBK sebanyak 340 siswa.
Sedangkan simulasi dibagi menjadi tiga sesi. Pertama, dilakukan pukul 07:45 – 09:40, kedua pukul 10:15 – 15:15, dan terakhir pukul 13:00 – 15:00.
Muslich juga menjelaskan, setiap sesi siswa akan diminta mengerjakan 40 soal. Rincinya, 20 soal Bahasa Indonesia dan 20 soal lagi dari Matematika. Dia juga menyebutkan jika sistem komputer kini sudah canggih. Kemanan untuk soal juga sangat terjaga.
“Sekarang sistemnya juga lebih bagus, tingkat keamanan soal juga sangat terjaga. Semoga tidak ada kendala eror, ketika melaksanakan besok.” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan SMA / SMK Cabang Dinas Pendidikan Gresik Rita Riana menjelaskan, simulasi UNBK berjalan lancar. Selama ini belum ada laporan dari sekolah-sekolah terkait kendala teknis maupun sisitem. “Tahun ini ada 2 sekolah yang baru melakukan UNBK. Jika sebelumnya hanya 50 sekarang menjadi 52 sekolah yang mengikuti UNBK,” pungkasnya. (gus/sal)
BAGIKAN

Tinggalkan Balasan