SERBU SIMOKOS: Para petani dan warga di Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, kecamatan Ngrayun menyerbu SIMOKOS untuk membaca aneka buku pertanian yang mereka butuhkan sebagai bekal tambahan dalam bertani. (duta.co/siti  noer)

PONOROGO | duta.co– Petani di Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, kecamatan Ngrayun, Ponorogo tidak mau ketinggalan dengan petani di wilayah lainnya. Kendati berada di wilayah paling selatan di Ponorogo, namun para petani di sana rajin membaca buku terutama tentang masalah pertanian.

Kemarin, Ahad (3/12) kendaraan SIMOKOS ( Sarana Interaksi Komuniaksi Sosial ) milik Kodam V/ Brawijaya yang dioperasikan oleh Kodim Ponorogo mengungjungi kelompok tani Suka Maju Makmur di desa setempat.

SIMOKOS yang sudah sebulan di Ponorogo , selama ini menyisir sekolah-sekolah dari tingakt SD hingga SMA/SMK  sebagai saran berinteraski dengan siswa- siswi sekolah yang dikunjungi. Tapi kemarin, sasarannya berbeda, yakni para petani.

Siapa nyana sambutan para petani luar biasa kepada  SIMOKOS yang dikomandani Bintara Tinggi Perlawanan Wilayah ( Bati Wanmil)  Kormail 0802/12 Ngrayun Kodim 0802 Ponorogo, Pelda Suseno bersama 4 orang anggotanya.

“ Ternyata para petani memiliki minat baca yang tinggi. Ini terbukti dari buku-buku masalah pertanian yang kami bawa diserbu oleh petani, “jelas Pelda Suseno, kemarin.

Dengan buku panduan yang ditawarkan oleh SIMOKOS maka petani dapat mempelajari tentang pembuatan pupuk, obat ternak dan obat anti hama.

“Senang sekali kami dapat membaca tentang pertanian, karena selama ini kami hanya belajar secara turun menurun atau dari kebiasaan di sini. Dengan adanya buku sangat membantu petani,” kata salah satu petani dari kelompok tani Suka Maju Makmur.

Kepala UPT Dinas Pertanian dan Peternakan Kecamatan Ngrayun,  Rubiyanto, yang hadir kemarin menyatakan apresiasinya terhadap SIMOKOS. Karena kehadirannya yang membawa buku-buku tentang pertanian ini memang  sangat dibutuhkan oleh anggota kelompok tani.

“ Terutama cara pembuatan pupuk, ramuan ternak dan obat anti hama tanaman organik. Sehingga untuk selanjutnya petani dapat membuat kebutuhan petaniannya secara mandiri,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu,Bati Wanwil Koramil 0802/12 Ngrayun juga menghimbau kepada anggota Kelompok Tani ini untuk segera melaksanakan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sesuai dengan mekanisme pertanian modern.

“Dengan pola pertanian yang lebih maju,  tata kelola pertanian dapat menghemat waktu dan tenaga serta meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya. (sna)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.