
JOMBANG | duta.co — Suasana Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso tampak berbeda, Senin (31/3/2026). Ratusan guru Madrasah Ibtidaiyah duduk berjejer rapi, wajah-wajah yang sehari-hari akrab dengan ruang kelas kini dipertemukan dalam satu majelis kebersamaan. Halal Bi Halal Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Jogoroto.
Sekitar 350 guru MI dari 21 lembaga se-Kecamatan Jogoroto hadir. Bukan sekadar temu kangen usai Ramadan, tetapi momentum mempererat ikatan batin antarguru, memperkuat sinergi antarlembaga, dan meneguhkan kembali niat pengabdian di dunia pendidikan dasar Islam.
Kehangatan terasa sejak awal acara. Saling sapa, saling maaf, dan tawa ringan menyatu dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah yang masih hangat.
Pendamping madrasah Jogoroto, Drs. Anang Subandi, M.Pd.I dan Hj. Umi Sholihatussa’diyah, S.Ag, M.Pd.I mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut keduanya, forum seperti ini bukan hanya penting untuk menjaga silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang menyatukan visi antar guru MI dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa.

Ketua KKMI Jogoroto, M. Makhrus, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh guru MI. Ia berharap, Idulfitri menjadi titik awal semangat baru dalam berkhidmat di madrasah, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menjaga kekompakan antar lembaga.
Namun, pesan yang paling mengena datang dari KH. Rahmatul Akbar, yang akrab disapa Gus Bang. Dalam tausiyahnya, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang itu menegaskan satu hal sederhana namun dalam maknanya.
“Silaturahmi adalah kunci keberkahan.” ujar Gus Bang, cucu KH. Romly Tamim pendiri Ponpes DU Rejoso Peterongan.
Menurut Gus Bang, silaturahmi bukan hanya tradisi tahunan, tetapi energi spiritual yang berdampak langsung pada kehidupan dan pengabdian seorang guru. Silaturahmi, kata dia, memperpanjang umur, melapangkan rezeki, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan yang tak kalah penting, mempererat kebersamaan dalam membangun pendidikan.

Gus Bang putra dari KH Ahmad Rifa’i Romly ini juga menyampaikan, kesiapan dirinya menampung aspirasi para guru MI Jogoroto untuk diteruskan dalam forum Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang. Ia mengingatkan, tugas mendidik bukan sekadar rutinitas profesi, melainkan bentuk khidmah kepada umat
“Kalau diniatkan sebagai khidmah, maka setiap lelah di kelas, setiap sabar menghadapi siswa, akan berubah menjadi keberkahan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia, M. Miftahus Saidin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara dengan tertib dan lancar.
Di penghujung acara, para guru kembali bersalaman. Tidak ada sekat lembaga, tidak ada perbedaan latar belakang. Yang ada hanya satu kesadaran bersama mereka adalah pejuang pendidikan dasar Islam di Jogoroto. Dan dari aula pesantren tua di Rejoso itu, silaturahmi kembali menyalakan semangat pengabdian. (din)





































