
NGANJUK | duta.co – Pimpinan dua kampus berbasis pondok pesantren besar bertemu di Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Krempyang Tanjunganom, Sabtu (29/11). Acara digelar mulai sore hingga malam.
Mereka menerima kunjungan studi tiru dari pimpinan Institut Agama Islam Faqih Asy’ari (IAIFA) Sumbersari Kencong Kepung Kediri. Silaturahmi juga bermaksud menambah wawasan pimpinan IAIFA Kediri terkait rencana mendirikan program pascasarjana.
Rombongan dari kampus IAIFA Kediri dipimpin langsung rektor H Suwarno M.Si. Dia didampingi Dr Asyhari (Wakil Rektor I), Dr Fadhil Akbar (Wakil Rektor II), Wildan Habibi, M.Pd.I (Wakil Rektor III) dan Miksan Ansori, M.Pd. (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu).
Dari kampus STAIDA Krempyang hadir Dr Burhanuddin Ubaidillah (Ketua) dan Ahmad Saifuddin M.Pd. (Wakil Ketua II). Tampak menemani keduanya Dr Syaiful Muda’i (Direktur Pascasarjana) dan Dr Munir Thohir (Kaprodi S-2 MPI).
Rektor IAIFA Kediri H Suwarno mengakui kedatangannya juga untuk memperkuat hubungan kelembagaan dari kedua kampus. “Istilahnya kami ke sini silaturahmi untuk ngangsu kaweruh,” ujarnya.
Dia bersama rombongan mengakui adanya kesamaan IAIFA dengan STAIDA. “Sama-sama kampus berbasis pondok pesantren yang besar,” imbuhnya.
Namun dirinya mengakui STAIDA selangkah lebih maju. “Meski di kampus kami sudah ada enam prodi, kami ingin mengetahui kiat-kiat sukses pendirian dan pengelolaan program pascasarjana di STAIDA Krempyang sini,” tandasnya.
Ketua STAIDA Krempyang, Dr Burhanuddin Ubaidillah, merasa tersanjung dengan kunjungan ini. “Kami sebenarnya ewuh pakewuh, karena merasa belum layak untuk dijadikan contoh, jadi sharing saja,” katanya.
Hal senada diungkapkan Dr Syaiful Mudai, direktur pascasarjana STAIDA Krempyang. Pria berkacamata ini justru mengakui STAIDA yang harus belajar ke IAIFA. “Karena kami masih berbentuk sekolah, lah IAIFA sudah menjadi institut,” ujarnya disambut tawa hadirin.
Namun dirinya bersama pimpinan STAIDA siap mendukung rencana pendirian pascasarjana di IAIFA Kediri. “Apa yang bisa kami bantu, nanti bisa dikomunikasikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penandatanganan naskah kerjasama. Terutama dalam bidang akademik, kurikulum, penelitian, pengabdian dan tata kelola dari kedua kampus. (muk)





































