CALEG : Silahturahim pimpinan parpol dan caleg digelar PCNU Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Bagaikan mengumpulkan kembali tulang yang telah lama terpisah, tersatukan dalam acara digagas PCNU bertajuk Silahturahim Peserta Pemilu 2019. Bertempat di Aula PCNU Kota Kediri, Jl. Sriwijaya Kelurahan Jagalan.

Hadir Rois Syuriah KH. Abdul Hamid Abdul Qodir, Ketua Tanfidziyah KH. Abu Bakar Abdul Jalil, sejumlah pimpinan partai politik beserta para Calon Legeslatif (Caleg).

Meski hujan cukup deras pada Rabu malam, selama acara silahturahim berlangsung, terasa membawa berkah rasa adem saat bertemunya ‘para politikus’ merupakan Jamiyyah Nahdlatul Ulama.

“Niatan kita menggelar silahturahim berfaedah dipanjangkan umur dan dimudahkan rejeki. Sebagai sesama jamiyyah, untuk saling mengenal dan ternyata NU berada di sejumlah partai,” terang KH. Abu Bakar Abdul Jalil, menggagas acara ini.

Diterangkan Gus Ab, sapaan akrabnya, bahwa banyak pihak atau orang yang memiliki pemahaman dan pemikiran begitu sempit terkait keberadaan NU. Namun buktinya keberadaan NU masih mendominasi di tubuh parpol.

“Harapannya, semoga penyelenggaraan Pilkada Serentak nanti berjalan aman dan lancar tanpa halangan apapun,” imbuh Gus Ab.

Hadir dalam acara di atas, Pimpinan Partai Golkar, PDIP, Nasdem, PPP, Demokrat, perwakilan PKB, Gerindra dan Hanura. Dalam kata penutupnya, Gus Ab menyampaikan banyak pembicaraan di sejumlah tempat, NU berusaha melakukan pencitraan atau kurang menyentuh. Namun pihaknya berusaha memegang teguh amanah para ulama untuk Ahlus-Sunnah wal Jama’ah.

“Bila kita hanya menuruti kepuasan orang banyak, tetap saja tak bisa terpenuhi. Niat sebaik apapun, seperti menghadiri pengajian atau forum lainnya, belum tentu baik buat orang banyak. Namun, janganlah kita semua menyalahi aturan. Karena nanti orang lain yang akan menilai,” tuturnya.

Diimbuhkan Ketua Tanfidziyah, apalagi sekarang ini banyak orang yang mengaku NU. “Kami ingin titip keberadaan NU kepada para wakil rakyat untuk tetap berkembang dengan menggunakan kekuatan kebijakannya. Bahwa NU tidak butuh uang, tapi peluang untuk kemaslahatan bersama. Jika uang bisa habis, namun peluang akan bermakna dan bermanfaat untuk orang banyak,” terang Gus Ab dalam kata penutup. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.