
SURABAYA l duta.co – Anggota DPR RI sekaligus Kapoksi Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), melakukan kunjungan mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asrowo 04 di Jalan Tambak II No. 2, Asem Rowo, Surabaya. Sidak tanpa pemberitahuan matang ini membuahkan apresiasi tinggi dan hadiah uang tunai jutaan rupiah bagi para pekerja dapur.
Sidak yang hanya diinformasikan satu jam sebelum kedatangan ini bertujuan untuk melihat kondisi riil dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa rekayasa. BHS memeriksa seluruh fasilitas, mulai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), area penyimpanan bahan baku, hingga proses memasak.
“Saya lihat dengan waktu yang tidak memberikan info lebih dulu untuk mengetahui kondisi aslinya. Ternyata bersih sesuai SOP. Ini sangat bagus, bahkan bisa sejajar dengan restoran atau hotel bintang lima,” ujar BHS usai meninjau lokasi Senin,(3/8/2026).
Kekaguman BHS terhadap dedikasi para pekerja direspons langsung dengan pemberian apresiasi spontan. Seluruh karyawan kebersihan hingga juru masak di SPPG Asem Rowo mendapatkan hadiah uang tunai total jutaan rupiah langsung dari kantong pribadi BHS sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka menjaga standar mutu.
BHS menilai SPPG Asrowo 04 merupakan salah satu fasilitas pemenuhan gizi terbaik yang pernah ia tinjau di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan penghargaan resmi dan mengusulkan adanya perlombaan antar-SPPG untuk memacu standarisasi kualitas.
Dalam kunjungannya, BHS menyoroti pentingnya program MBG di tengah realita minimnya kualitas gizi jajanan sekolah seharga Rp10.000 yang umumnya hanya berupa mi dan telur tanpa sayur serta buah. Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang lewat program pemerintah sangat krusial untuk mendongkrak rata-rata IQ nasional yang saat ini berada di angka 78-79. Langkah ini dinilai strategis guna mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.

Ketua Yayasan SPPG 4 Asem Rowo, Fera Andriana, mengaku terkejut dengan kunjungan mendadak tersebut namun bersyukur karena seluruh aktivitas yang dipantau merupakan standar operasional harian (<span;>daily activity<span;>) mereka.
“Kami memang tidak ada persiapan sama sekali, bahkan tadi sempat kaget. Alhamdulillah respons Bapak sangat baik terhadap kebersihan tempat, rasa makanan, hingga sirkulasi IPAL kami,” kata Fera.
Fera menambahkan, dapur gizi yang dikelolanya membagi distribusi menjadi dua kategori, yakni porsi besar untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta siswa SD kelas 4-6 hingga SMP. Sementara porsi kecil dialokasikan bagi balita, anak usia playgroup, TK, hingga siswa SD kelas 1-3.
Meskipun terdapat perbedaan indeks anggaran kelayakan antara Rp8.000 dan Rp10.000, variasi menu seperti ayam dan olahan telur tetap dipertahankan dengan standar mutu yang sama guna mencegah kebosanan pada anak-anak.(gal)




































