Ning Ita bersama Sekda Gaguk Tri Prasetyo dan Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto Achmad Rheza saat sidak SPPG. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co – Para petinggi Pemkot Mojokerto turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (31/3/2026).

Sidak dilakukan guna memastikan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar tetap terjaga pascalibur lebaran sebagai bagian dari penguatan pengawasan terpadu.

Sidak dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama dikomandani oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan mendatangi SPPG Magersari Wates dan Permata Kuwung.

Di waktu yang sama, kelompok kedua yang dipimpin Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi juga melakukan pemantauan di SPPG Kauman dan Blooto.

“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa penyiapan MBG bagi anak-anak berjalan dengan baik, terutama di minggu pertama pelaksanaan kembali setelah libur panjang,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Dalam sidak tersebut, Ning Ita tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga berdialog dengan pengelola SPPG, tenaga pelaksana, serta pihak terkait lainnya untuk memperkuat sinergi pengawasan.

“Kami berdiskusi langsung dengan pengelola agar kualitas tetap terjaga. Program ini memiliki tujuan besar untuk menyiapkan generasi emas, sehingga aspek kesehatan harus menjadi prioritas utama,” kata Ning Ita.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga standar gizi dan porsi makanan sesuai ketentuan. Ia mengingatkan agar seluruh SPPG tetap konsisten menjalankan standar yang telah ditetapkan pemerintah.

“Standar porsi dan kualitas harus dipenuhi dengan baik, agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” tegasnya.

Dari hasil pemantauan hari ini, Ning Ita turut memberikan sejumlah catatan perbaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan. Diantaranya terkait penyesuaian kapasitas dapur di salah satu SPPG, agar lebih optimal dalam melayani penerima manfaat dalam jumlah besar.

“Ini bagian dari evaluasi konstruktif. Kami dorong agar pengelola segera relokasi, melakukan penyesuaian sesuai standar, sehingga proses produksi bisa lebih optimal dan higienis,” tandasnya.

Ia menambahkan, langkah pembinaan dan pengawasan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah Kota Mojokerto dalam menjaga mutu program MBG secara berkelanjutan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto, saat ini terdapat 13 SPPG yang mendukung program MBG. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya masih disuspensi operasionalnya, salah satunya karena belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dengan pengawasan langsung di lapangan, Pemkot Mojokerto optimistis program MBG dapat berjalan semakin baik dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan serta tumbuh kembang anak-anak di Kota Mojokerto. (ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry