
MOJOKERTO | duta.co – Komisi II DPRD Kota Mojokerto mengaku puas atas hasil pembangunan Masjid Darul Amanah yang berada di kompleks perkantoran Pemkot Mojokerto. Hal ini disampaikan usai melakukan sidak di sejumlah titik, Rabu (7/1/2026).
“Alhamdulillah pembangunan masjid (Darul Amanah) sudah 100 persen. Alhamdulillah baik, kami puas melihat hasilnya. Dan semoga masjid ini segera digunakan secepat mungkin,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Arie Hernowo di sela-sela kunjungan ke Masjid Darul Amanah.
Sebelumnya Masjid Darul Amanah ini merupakan Gedung Dewan. Kemudian gedung lantai dua ini disulap menjadi masjid seiring dengan pindahnya kantor DPRD Kota Mojokerto ke gedung baru di Jalan Surodinawan.
“Tadi ada permintaan dari teman-teman dewan agar pintu yang terbuat dari plat diberi kaca karena plat yang dipotong bermotif agak tajam. Takutnya membahayakan,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan eks-gedung dewan untuk masjid agar pegawai Pemkot tidak usah keluar Komplek Perkantoran Pemkot, terutama saat ibadah salat Jumat.
“Selama ini kalau salat Jumat kan mesti keluar kemana-mana karena memang di dalam komplek tidak ada masjidnya. Nah, dengan adanya masjid ini kita harapkan mereka tidak kemana-mana kalau salat Jumat,” harapnya.
Sidak diikuti oleh sejumlah anggota Komisi II, diantaranya Agus Wahjudi, Deny Novianto, Mulyadi, Wahyu Nur Hidayat, dan Touffan Priambodo.
Sementara itu, Kepala Bidang Cpta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perkim) Kota Mojokerto Ferry Hendri Koerniawan menuturkan, lantai satu eks-gedung dewan ini dijadikan masjid. Sedangkan untuk lantai dua dialihfungsikan untuk dijadikan ruang pertemuan.
“Untuk lantai satu atau Masjid Darul Amanah pembangunannya dilakukan tahun lalu (2025) dengan pagu anggaran Rp 1,1 miliar, namun nilai kontraknya sebesar Rp 1,085 miliar. Sedangkan untuk lantai dua yang akan dijadikan ruang pertemuan, pembangunannya masih akan dilakukan pada tahun ini (2026) dengan pagu anggaran sebesar Rp 1,4 miliar,” tuturnya.
Untuk rehab lantai dua, tidak hanya direhab untuk menjadi ruang pertemuan, tapi juga rehab atap, merobohkan bangunan bekas warung yang ada di sebelah kiri gedung, dan pengerjaan taman.
“Untuk lantai dua, proses pembangunannya menunggu pemeriksaan lantai satu dari BPK, kira-kira proses kontraknya pada bulan Maret,” tandasnya.
Untuk lantai satu, lanjutnya, sudah dilakukan serah terima dari kontraktor ke Dinas PUPR Perakim. Namun, serah terima dari Dinas PUPR Perakim ke Pemkot Mojokerto masih belum dilakukan.
“Masa pemeliharaan dari kontraktor masih sampai bulan Juli. Sehingga kalau ada kerusakan, termasuk lampu, masih menjadi tanggungan kontraktor untuk memperbaiki,” tukasnya.
Terkait dengan permintaa dewan agar pintu masjid diberi kaca, Ferry mengatakan, permintaan tersebut akan diusulkan pada PAK tahun ini.
“Rehab untuk menjadi masjid sudah selesai, sehingga tidak ada anggaran untuk penambahan kaca. Makanya nanti anggaran untuk penambahan kaca akan diusulkan pada PAK tahun ini,” pungkasnya.(ywd)






































