Webinar yang digelar Unisma, dengan mengusung tema optimalisasi teknologi informasi untuk menyiapkan SDM unggul. (FT/IST)

MALANG | duta.co – Universitas Islam Malang (Unisma) terus berikhtiar menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Diantara upayanya tersebut dengan mengoptimalkan teknologi informasi yang dikemas dalam satu pembelajaran menyenangkan. Kampus ini juga berancang-ancang berkolaborasi dengan salah satu provider telekomunikasi untuk memuluskan tujuan mulia tersebut.

Hal tersebut terpotret dalam Web Seminar (Webinar) yang mengusung tema Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengembangan Perguruan Tinggi di Era Covid 19. Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri Bakrie MSi, saat membuka acara menyampaikan, Unisma sendiri dalam menyiapkan SDM unggul, terus belajar berinovasi dan memahami penggunaan IoT atau mengintegrasikan kemampuan di bidang internet dengan lini produksi.

“Teknologi informasi merupakan elemen penting dalam kehidupan saat ini. Tidak hanya perguruan tinggi namun semua elemen dipaksa oleh kopi 19 untuk familiar dengan teknologi informasi,” ungkap Prof Masykuri, Selasa (30/06/2020).

Bahkan, imbuh dia, mulai dari warga perkotaan sampai masyarakat pelosok, semuanya sudah mengenal akan teknologi informasi. Rektor kampus kebanggaan NU ini menyatakan pula, saat ini sebuah keuntungan besar bagi vendor atau provider penyedia teknologi informasi. Memasuki era simbiosis mutualisme, kerjasama saling menguntungkan di mana networking atau kerjasama lintas sektoral perlu digalakkan.

“Webiner ini memang sengaja menghadirkan Slamet Suparmaji SSi MM, Vice President Regional PT Smartfren Tbk. Juga Dr Munzir MSi, dosen partner E-learning Microsoft, pencetus kurikulum microsoft di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Munzir, dosen mau tidak mau harus familiar dengan teknologi informasi saat ini. Sedangkan transformasi teknologi sekarang ini sedang melompat jauh. Hingga dalam penggunaannya hampir dapat dipastikan menjadi sebuah kebutuhan hidup.

Munzir juga mengupas mengenai sarana teknologi ini untuk memotivasi belajar. Di mana peran teknologi informasi dalam membangun ekologi belajar yang humanis di perguruan tinggi di era Covid 19. Ia pun berharap, jangan sampai penggunaan teknologi informasi malah menjadi malinformasi

“Pembelajaran sistem online maupun offline, harus mengusung semangat belajar peserta didik tetap terbangun,” urai Munzir.

Ia pun menilai, ada pergeseran pemikiran di mana kemarin perguruan tinggi berlomba-lomba membangun megah kampusnya. Namun dengan era pandemi saat ini, maka kebijakan kampus justru diarahkan untuk membangun jaringan online.

“Sebetulnya di dunia maya banyak resourch yang bisa digali. Jadi bukan hanya media online sebagai media tetap muka yang hanya memberi tugas kepada peserta didik,” tutur Munzir.

Dijelaskannya, perlu penekanan dalam kelas pembelajaran, perlu ada interaksi. Jika tanpa itu, masih belum dikatakan arti sebuah pembelajaran. Maka dosen dituntut untuk dapat mendesain sebuah kelas tatap maya yang mengembangkan pemikiran mahasiswanya.

“Kehadiran seorang dosen dalam ruang tatap maya, haruslah berdimensi humanis. Seperti senyum, sapa, salam, mengapresiasi dan saling menghargai haruslah tetap ada,” tandas Munzir.

Menurutnya, ruh dalam pembelajaran adalah adanya penambahan ilmu pengetahuan dan yang paling penting adalah adanya perubahan pola pikir. Serta adanya literasi. Maka dengan benang merah kaidah pembelajaran seperti di atas, fungsi dosen hanya sebagai pemicu atau triger bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan pola pikir.

“Hingga tugas dosen tinggal mengarahkan media pembelajaran di dunia maya seperti situs, jurnal dan forum ilmiah mana saja yang perlu dijadikan refrensi dan diikuti,” tutup Munzir mengakhiri. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry