Prosesi wisuda Untag ke-123 yang digelar secara hybrid, Sabtu (25/9/2021). DUTA/ist

SURABAYA  | duta.co  – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar wisuda ke-123 Sabtu (25/9/2021). Wisuda kali ini diikuti 1.316 lulusan yang dilakukan secara hybrid karena masih pandemi Covid-19.

Rektor Untag Surabaya Prof Mulyanto Nugroho mengatakan sebanyak 1.316 wisudawan dalam wisuda kali ini telah disiapkan untuk bersaing di dunia kerja meskipun di luar bidang ilmu yang ditekuni.

Profesor Nug, sapaannya, menyatakan meskipun hampir setahun menjalani pembelajaran daring, tetapi hal ini tidak mengurangi kualitas wisudawan. Apalagi, sebelum lulus, mahasiswa dibekali wawasan kebangsaan.

“Harapan kami mereka bisa menjadi lulusan yang bermanfaat karena mereka lulus dengan kompetensi,” katanya.

Menurutnya, tantangan lulusan ke depan cukup besar. Namun, karena pihaknya sudah menerapkan merdeka belajar, maka lulusan bisa memahami berbagai bidang dunia kerja, tak hanya bidang ilmu yang ditekuninya.

Selain itu, pembekalan pada wisudawan telah dilakukan sejak semester awal kuliah. Hanya saja saat pandemi, pembekalan psikis dalam mencari pekerjaan di tengah pandemi semakin dimatangkan.

Mulai dari pengenalan diri hingga cara menyiapkan lamaran pekerjaan dan kelengkapannya dengan baik.

“Dari mahasiswa baru kami sudah mengenalkan potensi untuk pengembangan karir mahasiswa, semester tiga dan lima mulai match dengan pekerjaan. Dan jelang wisuda kami kenalkan tentang teknis, seperti pembuatan CV dan branding diri,” ujarnya.

Pembekalan pada wisudawan diberikan secara daring. Berbagai sesi dan pemateri didatangkan untuk memotivasi para mahasiswa dan meningkatkan daya juangnya.

“Masa tunggu lulusan pastinya akan berbeda dengan sebelum COVID-19, karena semua sektor terdampak. Tapi karena kami sudah menyiapkan lulusan kami, tahun lalu masa tunggu lulusan selama pandemi paling lama dua bulan,” katanya.

Meskipun lulusan di wisuda secara daring, Profesor Nug berharap para lulusan tetap bisa memiliki cerminan karakter kampus merah putih yaitu memiliki jiwa patriotik.

Sementara itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Prof Suprapto mengungkapkan para wisudawan Untag Surabaya ini lahir dari universitas yang memiliki peningkatan kualitas tiap tahunnya.

“Sebuah perguruan tinggi tidak hanya meluluskan saja, ada dua aspek yang diperhatikan. Yaitu aspek formalitas yang mendata mhasiswa dalam database nasional, mulai dari kuliah yang diambil hingga kegiatan akademik yang dilakukan telah tercatat,” katanya.

Aspek penting lainnya yaitu aspek substansi, jadi tidak sekedar diluluskan. Tetapi banyak hal yang harus diberikan banyak hal selain akademik yang harus diberikan.

“Saya yakin Untag Surabaya telah menyiapkan lulusannya agar mampu bersaing di dunia kerja dan bermanfaat bagi lingkungan. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry