HEWAN KURBAN : Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra, Pontjo Suharwono menyerahkan simbolis hewan sapi kurban kepada Ketua MTTG Jatim Balnus, Agus Budi Santoso. Tahun ini MTTG berkolaborasi dengan Management menyembelih 51 ekor sapi dan 11 ekor kambing  (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co  – Di tengah pandemi covid-19 yang memukul  semua sector, jumlah hewan kurban yang berhasil dikumpulkan  Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra justru meningkat. Kalau tahun lalu jumlah hewan kurban  sebanyak 30 an sapi, tahun ini meningkat menjadi  51 ekor sapi dan 11 ekor kambing.

Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra, Pontjo Suharwono bersyukur besarnya animo pegawai Telkom Jatim Bali Nusra untuk berbagi dalam momen Idul Adha 1441. Awalnya target dibawah 10 sapi, kenyataannya terus bertambah hingga terkumpul  51 ekor sapi dan 11 ekor kambing.

“Jawa Timur masih menjadi episentrum penyebaran covid-19, harapannya bantuan daging kurban bisa membantu masyarakat terdampak.  Pengumpulan  hewan kurban ini kolaborasi Telkom Jatim Bali Nusra dengan Majlis Ta’lim Telkom Group ( MTTG) Jatim Balnus,” jelas Pontjo Suharwono.

Pontjo Suharwono menambahkan untuk kegiatan Kurban ini tetap melibatkan langsung paternak di daerah, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam hal distribusi penyebaran paket daging kurban.  Tujuannya membantu mereka untuk bisa bangkit dengan melibatkan UMKM yang juga terdampak besar covid-19.

“Untuk sapi kurban ini dibeli langsung dari peternak di desa-desa, bukan yang sudah dibawa ke kota. Dengan demikian para peternak juga bisa menikmati hasil kerja ternak yang selama ini dilakukan,” jelasnya.

Ketua MTTG Jatim Balnus, Agus Budi Santoso menambahkan  ada sekitar 2000 paket daging kurban yang dibagikan pada tahun ini. penyebaran paket daging kurban merata tidak saja I pulau Jawa dan Bali, juga daerah terpencil yang masih masuk coverage Telkom Jatim Bali Nusra.

“Untuk wilayah terpencil, dagingnya dikemas dalam bentuk kaleng. Untuk itu, kita bekerjasama dengan Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Jumlah yang dikemas di kaleng disesuaikan dengan kebutuhan,” jelas Agus Budi.

Agus Budi menjelaskan salah satu alasan kerjasama dengan LMI untuk memperluas penyebaran paket daging kurban karena bisa tahan lama disbanding dibagi dengan dagung utuh. Karena perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu lama sehingga dikemas dalam kaleng lebih pas. (imm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry