Gus Ipul, Emil Dardak dan Eri Cahyadi tengah menjadi perbincangan warga Jatim menyambut Pilgub mendatang.

SURABAYA | duta.co – Sama seperti skala nasional Pilpres (Pemilihan Presiden) Republik Indonnesia (RI). Diam-diam, para politisi Jawa Timur sudah membuat sistem untuk mengamankan jagonya. Cak AT (Ahmadie Thaha) Pengasuh Ma’had Tadabbur al-Qur’an juga mengendus kesibukan politisi di Senayan. “Pemilu 2029 belum memasang baliho. Tetapi dapurnya sudah mengepul di Senayan,” demikian catatat Cak AT di duta.co, Kamis (4/6/26).

Pun untuk Gubernur Jawa Timur. Ini lantara Khofifah Indar Parawansa dipastikan tidak lagi running dalam Pilgub 2029. “Ibu Khofifah menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur untuk periode keduanya (2025–2030). Beliau sangat diperhitungkan sebagai salah satu tokoh elite yang sangat potensial untuk maju dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, beliau itu figur sentral Nahdlatul Ulama (NU) dan kepala daerah,” tegas seorang tokoh Jatim.

Bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2029 memang mulai menghangat dengan mencuatnya sejumlah nama tokoh potensial untuk memimpin provinsi tersebut. Tokoh-tokoh yang digadang-gadang meramaikan bursa Pilgub Jatim 2029 antara lain ada nama H Saifullah Yusuf (Gus Ipul). “Jejaknya menjadi Wagub Jatim dan Walikota Pasuruan sangat baik. Apalagi sekarang memegang jabatan Menteri Sosial (Mensos). Sekolah Rakyat mengantarkan kesuksesan dia,” demikian H Tariomo.

Tetapi, Gus Ipul akan berhadapan denganWakil Gubernur Jatim, Emil Dardak. Kalau tidak ada aral melintang, Emil akan berangkat dari Partai Demokrat dan Partai Gerindra. “Kader Gerindra seperti Anwar Sadat semakin redup. Pun Fawait (Bupati Jember). Di sini Emil moncer. Kalau dia mendapat sokongan politik dari Bu Khofifah, Emil bisa kuasai saura partai. Kalau Pilgub berlangsung di Indrapura (DPRD), dia bisa menang telak. Pun Pilgub langsung, tidak masalah,” tegas kader NU asal Jombang.

PDI Perjuangan tidak akan diam. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tampaknya akan menjadi pilihan. Soal menang, atau kalah, itu terserah. “PDIP bisa berangkat sendiri, seperti Pilgub lalu. Masalahnya, Eri belum populer seperti Gus Ipul atau Emil  Dardak. Masih butuh besutan tersendiri, diakui masih ada waktu tiga tahun lagi. Yakni pada 2029 mendatang. Tapi ingar-bingar menuju kontestasi politik itu memang harus dimulai,” tambah kader NU yang berharap Gus Ipul bisa menggantikan Khofifah Indar Parawansa.

PKB? Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar yakin partainya bisa meraih kursi Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2029. Halim juga menyebut PKB akan memenangkan Pileg 2029 di Jatim untuk kemudian meraih kursi Gubernur Jatim.

“Seluruh partai punya target yang sama, bukan hanya PKB saya pikir semua menarget untuk bisa mengambil posisi Jatim 1 (Gubernur Jatim) apalagi nanti ketika kebijakan sudah diambil terkait dengan pemilihan oleh DPRD pasti banyak yang berminat,” kata Halim usai Muskerwil PKB Jatim di Surabaya, Sabtu (14/2/2026) diunggah detik.com.

Gus Halim mengatakan target meraih kursi Gubernur Jatim bisa tercapai asal PKB menjadi juara pada Pileg 2029. Dalam Pileg 2029, PKB Jatim optimis meraih 60% suara Milenial hingga Gen Z.

“Kita sudah menyiapkan diri untuk menyongsong 60 persen pemilik suara dari kelompok Milenial, Gen Z, dan Gen Alpha. Kita tahu pengurus PKB Jatim saat ini muda-muda, ada Sekretaris DPW yang baru, ada Bendahara DPW yang baru, dan teman-teman lain yang muda-muda yang kita rekrut untuk lebih mendinamisir partai, lebih gerak dikit lagi supaya tantangan ke depan yang DPW PKB hadapi bisa ditangani dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

“Bagaimana strateginya raih suara anak muda 60 persen? Nggak mungkin kita sampaikan, nanti khawatir ditiru partai lain tetapi yang pasti akan punya strategi khusus untuk menarik Gen Z dan menyongsong Generasi Alpha. Sekarang kan Generasi Alpha belum, tapi Gen Z,” tambahnya.

Selain itu, untuk meraih kursi Gubernur Jatim, Halim menegaskan PKB mendukung agar pemilihan gubernur tidak lagi dilakukan secara langsung. Ia ingin pemilihan gubernur dipilih DPRD provinsi. “Karena itu akan lebih akuntabel dibanding dipilih oleh rakyat langsung apalagi Jawa Timur atau provinsi itu tidak punya wilayah. Wilayah keluar dari teman-teman saya di DPRD Jawa Timur, saya bilang nggak punya wilayah. Keluar dari Gedung DPRD Jatim itu miliknya Surabaya. Ke Utara dikit masuk Gresik. Makanya sangat layak kalau kemudian Gubernur dipilih oleh DPRD,” tegasnya.

“Hari ini DPW PKB Jawa Timur dengan pasukan yang baru, yang relatif muda-muda, sudah bisa melaksanakan pengukuhan sekaligus musyawarah kerja dan diakhiri dengan orientasi politik khusus untuk pengurus DPW PKB 2026-2031.Tentu kita punya target-target khusus, langkah-langkah khusus, dan strategi khusus yang berbeda dengan periode sebelumnya, apalagi kebanyakan pengurus DPW yang baru diisi anak-anak muda dan sukses menambah kursi,” tandasnya. (mky,net)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry