H Imron Rosyadi Hamid, SE Msi, (FT/nukita.id)

SURABAYA | duta.co – H Imron Rosyadi Hamid, SE Msi, Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Tiongkok, merasa perlu menjelaskan tentang sosok Mahfud MD yang dituding kurang NU atau bahkan NU ngaku-ngaku. Penjelasan ini tidak ada hubungan sama sekali dengan rumor politik kandidat Cawapres. Tetapi, semata-mata untuk mendudukkan persepsi yang salah.

“Kemarin, Selasa (10/7) sekitar jam 13.30 wib, dalam perjalanan ke Probolinggo, saya dikontak Mbak Yenny Wahid (Putri Gus Dur red.) yang tengah berada di Melbourne Australia. Mbak Yenny minta agar saya ikut meluruskan pernyataan beberapa elite di Jakarta yang mengatakan bahwa Prof Dr Mahfud MD bukanlah kader dan penerus pemikiran Gus Dur. Anggapan itu keliru,” jelas Imron Rosyadi yang dikukuhkan sebagai Rais Syuriah PCI NU Tiongkok di Pondok Pesantren Al-Islahiyah, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, tahun lalu sebagaimana yang sampai di redaksi duta.co, Rabu (11/7/2018).

Menurut Imron Rosyadi, beberapa saat kemudian, dirinya berkomunikasi dengan Mahfud MD melalui telepon untuk menyampaikan salam Yenny Wahid yang sedang berada di Australia dan menjelaskan kalau ada pihak yang mengatakan bahwa Mahfud MD bukanlah kader Gus Dur, itu salah besar.

Kantornya Bersebelahan

“Pak Mahfud MD itu menjabat Menteri Pertahanan RI di era Presiden Gus Dur, bahkan ketika Gus Dur menjadi Ketua Umum Dewan Syuro PKB, beliau pernah dipercaya sebagai Waketum PKB. Ketika Gus Dur ‘dilengserkan’ dari kepengurusan PKB pasca MLB Ancol, Pak Mahfud memilih di luar PKB dan kembali ke dunia ‘asalnya’ di bidang hukum menjadi hakim dan Ketua Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.

Saking dekatnya dengan Gus Dur, tambahnya, Ketika Mahfud MD menjadi Waketum PKB, ruangannya bersebelahan dengan ruang KH Abdurrahman Wahid.  “Saya memberikan penjelasan ini bukan sebagai tim sukses Pak Mahfud MD, tetapi dalam rangka meluruskan isu yang sengaja dihembuskan oleh mereka yang tak suka jika Pak MMD masuk dalam bursa Cawapres dari Pak Jokowi. Jika pun pada akhirnya Pak Mahfud tak jadi Cawapres, beliau tetap menjadi kader dan penerus pemikiran Gus Dur. Ini jauh lebih penting,” ujarnya. (ekp)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.