SURABAYA | duta.co – Diam-diam sejumlah tokoh di Surabaya, dari tokoh nasionalis sampai para kiai berharap dr Gamal Albin Said maju dalam Pilwali Kota Surabaya, tahun 2020. Gamal dianggap tokoh muda yang bisa meneruskan (estafet) Tri Rismaharini memimpin Kota Pahlawan lima tahun ke depan.

Pria yang dikenal menjadi pegiat sosial melalui ansuransi sampah itu, mengaku banyak diminta oleh para tokoh di Surabaya dan Jatim pada umumnya untuk ikut meramaikan suksesi kepemimpinan di Kota Surabaya atau ikut maju di Pilwali Kota Surabaya tahun 2020 mendatang.

“Saya memang banyak mendapat telepon dari tokoh masyarakat hingga kiai yang mendorong untuk ikut maju di Pilwali Surabaya mendatang. Setelah minta restu orang tua dan istikharah, saya putuskan, jalan. Soal hasil itu kehendak Yang Maha Kuasa,” ujar Gamal Albin Said di sela Cangkruk Bareng dengan anak-anak muda di Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Pemuda asli Malang ini mengaku sudah memetakan persoalan terbesar yang dihadapi kota-kota besar di Indonesia, khususnya di Surabaya. “Ada lima masalah utama yang muncul, yaitu lapangan kerja, stabilisasi harga bahan pokok, kemiskinan, kesehatan dan pendidikan,” ujar mantan Jubir pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 lalu.

Untuk mengatasi masalah lapangan kerja, lanjut Gamal, pihaknya juga sudah memulai langkah nyata dengan menggelar pelatihan kepada anak-nak muda untuk membuat usaha dan pendampingan supaya mereka dapat mengkases permodalan, badan hukum, tempat usaha serta mengelola dan mengembangkan usahanya.

“Saya tidak janji tapi 5-6 bulan ke depan, maju atau tidak maju, dapat tiket atau tidak, menang atau kalah, saya sudah katakan pada tim sukses, yang penting kehadiran kita sudah dapat memberikan dampak nyata mengurangi permasalahan di Kota Surabaya,” beber sosio enterprenure kondang ini.

Sudah Ada Komunikasi

Ia berharap dengan masuk ke pemerintahan melalui Pilkada, maka pengalaman mengatasi persoalan sosial yang dimiliki bisa langsung diterapkan sehingga dampak yang diberikan dan manfaat yang didapat masyarakat juga akan semakin besar.

“Dengan masuk ke pemerintahan apalagi menjadi pemimpin kepala daerah, tentu dampak yang bisa diberikan juga akan semakin besar dan manfaat bagi masyarakat juga akan semakin besar. Itulah motivasi saya maju,” ungkap Gamal Albin Said.

Untuk memuluskan langkah tersebut, Gamal juga mengaku sudah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai partai politik seperti Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat yang ada di berbagai tingkatan.

“Saya yakin partai-partai tersebut akan melihat kapasitas dan track record saya, apakah layak untuk diberikan tiket atau tidak. Kalau pun tidak, saya akan melanjutkan kehidupan saya seperti biasa, jadi nothing to lose,” kelakar  Gamal enteng.

Di singgung soal sosok Tri Rismaharini, Gamal mengaku sangat mengidolakan walikota perempuan pertama di Kota Surabaya tersebut. “Bu Risma idola saya, menginspirasi saya dan Bu Risma adalah walikota yang sangat baik dan mungkin terbaik bagi saya. Inspirasi itu yang memotifasi saya saya untuk bagaimana melanjutkan apa yang sudah beliau bangun,” tegasnya.

Di sisi lain, Gamal juga mengakui bahwa bonus demografi yang dialami Jatim termasuk Kota Surabaya juga menjadi motivasi utama kenapa memberanikan diri maju di Pilwali Kot Surabaya mendatang.

“Hampir separoh pemilih di Surabaya itu anak millenial, dan myoritas masalah mereka adalah lapangan kerja. Saya sudah punya konsep dan terobosan bagaimana anak-anak muda bisa ditingkatkan kapasitasnya, lalu kita buka secara sistematis dan terorganisir dengan perusahaan-perusahaan yang ada di berbagai wilayah,” jelasnya dengan optimis.

Bangun Kota Surabaya

Lebih jauh Gamal menyatakan bahwa pilihan utama maju Pilwali Kot Surabaya adalah lewat jalur partai politik. Namun ia tidak memungkiri banyak juga masyarakat yang mendorong dirinya maju lewat jalur independen hingga ada relawan yang mulai mengumpulkan KTP.

“Tapi bagi saya kolaborasi dengan partai politik itu hal yang sangat esensial untuk memastikan kita bisa berkolaborasikan membangun kota,” tegasnya.

Di sisi pilihan, sebagai wakil anak muda, Gamal Albin Said juga berharap bisa memberikan warna baru dan bisa membawa perubahan konsep berpolitik. “Saya ingin membuktikan kita bisa memperbaiki sistem pembiayaan politik dengan pendekatan kewirausahaan sosial yang sudah kami terapkan. Jadi kami berorientasi bagaimana mengembangkan berbagai inovasi yang dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” imbuhnya.

Soal kenapa memilih Kota Surabaya? Dengan diplomatis Gamal mengatakan bahwa ini bukan kepentingan dirinya semata atau kepentingan tim tapi ini memang betul-betul public interest.

“Saya tulus, bener saya ini diminta. Silahkan dicross cek ke orang-orang yang sudah meminta saya dari berbagai kalangan. Satu bulan lalu saya tidak pernah berfikir sedikitpun akan maju di Surabaya tapi setelah berdialog dengan orang-orang yang meminta tersebut, ternyata memang permintaan mereka sangat logis bahwa Surabaya membutuhkan orang yang bisa melanjutkan kesuksesan Bu Risma,” bebernya.

“Ijinkan saya mengalami bertemu dengan anak-anak muda Surabaya untuk membuktikan bahwa kita generasi muda punya hak yang sama untuk membangun Kota Surabaya,” pungkas dr Gamal Albin Said. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry