SURABAYA | duta.co – Anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 Vinsensius Awey mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali (bacawali) Kota Surabaya ke DPD Nasdem Surabaya, Senin (14/10/2019). Pengembalian formulir yang diterima Wakil Ketua Bappilu DPD Nasdem Surabaya Sri Hono Yularko sebagai bukti keseriusan nyalon dalam Pilwali Surabaya 2020.

Awey sudah menyiapkan visi-misi yang akan diwujudkan dalam membangun Surabaya. Konsep besar yang akan diusung adalah menjadikan Surabaya sebagai kota cerdas, sentosa, berbudaya, humanis, dan berdaya saing global berbasis sumber daya manusia (SDM).

“Visi saya ingin menjadikan Surabaya sebagai kota cerdas dan berdaya saing global berbasis SDM,” ujarnya.

Awey menerangkan, untuk mewujudkan itu ada beberapa misi yang sudah disiapkan. Salah satunya adalah membangun infrastruktut berbasis teknologi dalam meningkatkan pelayanan publik yang ramah, efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

“Kita perlu mengintegrasikan seluruh aplikasi penunjang kinerja pemerintah agar mampu menghasilkan pengbilan keputusan yang tetap berbasis big data,” jelasnya.

Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal perlu menjadi perhatian dalam setiap pembangunan kota. Penataan dan pengembangan kota lama sebagai identitas kota yang membanggakan dan mensejahterakan (wisata sejarah) menjadi penting.

“Peningkatan kelestarian budaya yang berkelanjutan berbasis kekuatan lokal dan swadaya masyarakat menjadi program kerja yang harus diwujudkan,” ucapnya.

Sebagai kota besar kedua di Indonesia, peningkatan kualitas hidup warga dan lingkungan kota menjadi keharusan. Salah satu yang perlu dikerjakan adalah menghadirkan Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) per-kecamatan dan Rusunami (Rumah Susun Sederhana Milik).

Selain itu, lanjutnya,  pemerintah juga perlu menghadirkan sarana prasarana penunjang lainnya (sekolah, puskesmas, pasar,) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam pemenuhan kebutuhan rumah layak huni  dan kebutuhan interaksi sosial masyarakat.

Juga revitalisasi pendidikan baik di jalur formal dan non formal melalui penyelarasan kurikulum dengan dunia perdagangan, jasa & dan industri.

“Pemerataan penyebaran fasilitas pendidikan (gedung sekolah, tenaga pendidik berkualitas, sarana dan prasarana penunjang lainnya) dalam menunjang penerapan system zonasi pendidikan. Peningkatan kesadaran masyarakat akan hidup sehat yang mengarah pada program preventif, promotif dan kuratif (penguatan Indeks Pembangunan Kesehatan masyarakat / IPKM) juga sangat perlu,” katanya. azi

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry