
JOMBANG | duta.co – Jelang persiapan Muktamar ke-35 NU, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jombang Kota merapatkan barisan. Pertemuan berlangsung di Pondok Al-Muhajirin 1 Tambakberas dan dihadiri seluruh jajaran MWCNU Jombang Kota dan pengurus seluruh ranting di bawahnya, Rabu (8/7) malam.
“Lokasi Muktamar ke-35 nanti berada di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, itu termasuk wilayah Ranting NU Desa Tambakrejo Kecamatan Jombang Kota,” ujar Abd Basit Misbachul Fitri, Sekretaris MWCNU Jombang Kota. “Itu artinya kita termasuk tuan rumah untuk melaksanakan amanah dari PBNU,” imbuhnya.
Terlebih, menurutnya, Ketua MWCNU Jombang Kota KH. Abdurrozaq Sholeh, juga Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tamabakberas. “Artinya, kita wajib membantu demi kesuksesan Muktamar NU nanti,” tambahnya.
Sebagai panitia lokal, KH. Abdurrozaq Sholeh mengakui perlunya konsolidasi untuk merapatkan barisan membantu persiapan Muktamar. “Kita memprediksi segala kebutuhan Muktamar NU, insya Allah mempersiapkan 2.000 personel kepanitiaan dan kebutuhan atribut NU demi suksesnya Muktamar ke-35,” ujar kiai akrab disapa.Gus Rozaq ini.
“Pemasangan atribut berupa bendera baleho, umbul-umbul NU diintruksikan kepada semua ranting NU yang ada di tingkat bawah,” ujarnya. “Selain itu, ada empat bidang yang harus disiapkan secara rigid jelang Muktamar NU di Tambakberas nanti,” imbuhnya.
Pertama adalah panitia bidang kerganisasian. “Di dalamnya membahas keorganisasian yang terkait kebijakan-kebijakan PBNU terkait lembaga dan badan otonom yang ada di bawahnya di semua wilayah dan sampai pada tingkat ranting,” jelasnya.
Kedua adalah bidang keamanan. Dibentuk tim keamanan dari unsur satgas Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. “Mereka akan diberi seragam berupa rompi berwarna hitam bertuliskan SATGAS Tambakberas untuk menjaga keamanan di area yang rawan terjadi perselisihan,” urainya.
Bidang ketiga adalah kesekretariatan. “Ini demi membantu memudahkan cheks registrasi peserta Muktamar,” lanjutnya.
Terakhir adalah bidang persidangan. “Di antaranya sidang pleno karena di dalam sidang pleno biasanya terdapat beberapa muktamirin yang melakukan protes hasil musyawarah dalam sidang tersebut, khususnya masalah tatib pemilihan Ahwa, Rais Am maupun pemilihan Ketua Umum Tanfidziyyah PBNU,” jelasnya.
Pada beberapa bidang tersebut, diprediksi dianggap penting dan rawan terjadi perselisihan. “Makanya membutuhkan pengamanan ketat, baik dari unsur MWCNU Jombang Kota maupun dari unsur Pesantren Tambakberas,” tandasnya.
Kegiatan ditutup dengan bacaan surat al-Ashr sebanyak tiga kali. lni demi mendapatkan kemudahan dan mengharap pertolongan dari Allah Swt. (sit)
Kontributor: Abd. Basit Misbachul Fitri, Sekretaris MWCNU Jombang Kota





































