SURABAYA | duta.co  – BKKBN Kantor Perwakilan Jawa Timur tidak ingin hanya mendapatkan predikat Zona Integritas – Wilayah Bebas Korupsi (ZI- WBK).
Namun, lembaga ini ingin meloncat untuk menyandang predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Karena itu, kantor BKKBN Jatim kedatangan dua analis kebijakan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara  dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Selasa (17/11/2020).
Kedatangan dua orang itu untuk melihat dari dekat apakah fasilitas dan inovasi yang dilakukan itu bisa menjadi syarat untuk mendapatkan WBBM. 
 
Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukaryo Teguh Santoso menunjukkan berbagai fasilitas dan inovasi yang telah dilakukan.
 
Salah satu yang membuat dua analis kebijakan Kemenpan RB itu kagum adalah aplikasi layanan yang diberinama siapbahagia. 
 
Aplikasi ini dibuat untuk memberikan konsultasi gratis kepada masyarakat tentang pernasalahan-permasalahan keluarga yang dibantu para psikolog. Permasalahan keluarga itu akan dicari solusi bagaimana mengatasinya. 
 
“Kami tertarik dengan layanan itu. Karena WBBM itu fokusnya pada peningkatan layanan. Dan aplikasi itu sangat memberikan layanan bermanfaat bagi masyarakat terutama di masa pandemi ini. Di mana tidak perlu bertemu langsing untuk mengatasi sebuah permasalahan,” ujar salah satu analis kebijakan Kemenpan RB, Endy  Christian Mahardika.
Dikatakan Endy, BKKBN sebagai pusat layanan memang harus berinovasi untuk melayani masyarakat, apalagi di masa pandemi. “Bukan sekadar layanan tapi bagaimana layanan yang memberikan solusi dari sebuah pernasalahan,” ungkapnya.
Sunaryo Teguh mengatakan banyak inovasi yang sudah dilakukan BKKBN Jatim di masa pandemi ini khususnya. Selain Siap Bahagia, ada inovasi lain yang ditunjukkan pada tim dari Kemenpan RB.
Karena diakui Teguh, BKKBN tugasnya adalah melayani masyarakat luas. Sehingga program KB bisa berjalan efektif dan efisien.
“Bahkan, kami lakukan jemput bola agar angka drop out KB di masa pandemi ini tidak terus meningkat. Sehingga angka DO KB sampai September 11,97 persen dari angka toleransi sebesar 26,82 persen,” jelasnya.

Bahkan platfom Siap Bahagia sampai saat ini sudah menjangkau 6.824 keluarga di seluruh Jawa Timur.

Dengan inovasi-inovasi ini Teguh yakin, BKKBN Jawa Timur bisa meraih predikat WBBM. end
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry