Si kembar, Syihabuddin Farid dan Ainiyah Fairus yang sama-sama menjadi dokter. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co –  Ada yang istimewa saat pelantikan dan pengambilan sumpah dokter di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Kamis (28/7/2022) siang. Dari 21 dokter baru yang diambil sumpahnya, ada  anak kembar  Syihabuddin Farid dan Ainiyah Fairus.

Kembar dari pasangan Yudo Utomo dan Sayuti dilantik bersama sebagai dokter dari Fakultas Kedokteran (FK). Keduanya lulus bersama dalam uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD)  2022 sehingga bisa dilantik bersama.

Keduanya bersyukur bisa lulus sebagai dokter. Karena itu adalah sebagai bentuk baktinya kepada kedua orangtuanya. “Cita-cita memang ingin berbakti, salah satunya dengan menjadi dokter ini,” kata Farid.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Diungkapkan Farid, ibunya memang bermimpi anak-anaknya bisa menjadi dokter agar bisa membantu masyarakat kurang mampu yang ada di lingkungannya.

 “Orang tua saya selalu berpesan, saya dan adik saya harus bisa memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang membutuhkan, hal ini sebagai salah satu bentuk perhatian dan kebermanfaatan ilmu yang kami dapatkan bagi masyarakat,” ucapnya.

Tidak hanya Farid dan Ainiyah, tapi ketiga kakak mereka juga berprofesi sebagai dokter. “Karena kakak-kakak juga memanfaatkan ilmunya dengan baik dan membantu masyarakat, akhirnya kami tertarik untuk juga menjadi dokter,” tukasnya.

Setelah lulus ini, dia dan Ainiyah ingin mengabdi juga pada masyarakat. Apalagi di Desa Bringkang Kecamatan Menganti,  Kabupaten Gresik masih minim layanan kesehatan yang bagus. “Hal itu juga memotivasi kami untuk memberikan pelayanan kesehatan. Semoga ke depannya, kami bisa mendirikan fasilitas layanan kesehatan,” ungkap pria berusia 24 tahun tersebut.

Setelah lulus profesi dokter, dirinya harus menjalani internship, namun Farid ingin mengisi waktu luangnya untuk melakukan aksi sosial dengan membantu masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.

“Aktivitas sosial yang saya lakukan sebatas pemeriksaan ringan, karena saya belum memperoleh Surat Izin Praktik (SIP), namun jika ada orang yang membutuhkan pemeriksaan awal, saya akan memeriksa terlebih dahulu untuk membantu masyarakat di sana, sehingga mengetahui diagnosa awal agar tepat penanganannya untuk periksa ke dokter klinik atau dokter spesialis,” terangnya.

antinya Farid akan menjalani internship di Jombang atau Mojokerto dan Ainiyah akan melanjutkan studi di Malang. Meskipun berbeda lokasi, hal ini tidak menyurutkan keduanya untuk melakukan aksi sosial.  hms/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry