UMUM: Perkemi Kota Kediri membuka pendaftaran terbuka untuk umum (duta.co/dok)

KEDIRI | duta.co – Olahraga beladiri Shorinji Kempo Kota Kediri kembali membuka pendaftaran kepada laki – laki atau perempuan untuk segala usia bergabung di Dojo Jayabaya Kempo Kediri Kota.

Cecep Sunarya, Pengurus Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kediri, mengatakan selain untuk jalur prestasi, dalam olahraga ini menanamkan jiwa patriotisme dan cinta kepada tanah air.

Mengambil tempat berlatih di Aula Koramil Kecamatan Kota berada di Jl. Dr. Wahidin Kota Kediri tepat di belakang Hotel Penataran.

“Kami agendakan rutin berlatih setiap Kamis dimulai pukul 16.00 wib dan Minggu dimulai pukul 08.00 wib,” jelas Cecep. Terkait informasi dan pendaftaran, bisa menghubungi via telepon atau whatsapp Cecep Sunarya 0857 9039 9330 atau Amukti Palapa 0857 9797 8786.

Memang dibanding olahraga lain, diterangkan Cecep Sunarya, ilmu beladiri ini lebih mengandalkan keahlian tangan kosong sebagai jurus utama mematikan lawan. Shorinji Kempo pertamakali diperkenalkan dari Negeri Jepang pada Tahun 1947 oleh Doshin So.

Namun sebenarnya, tehnik beladiri fisik ini, berkembang dan menyebar bersama ajaran Budha yang saat itu masuk ke Daratan Cina dan mengakar di Biara Shaolin berada di Negeri India sekitar 5.000 tahun yang lalu.  .

“Tehnik Kempo mulai dipelajari dan dipakai oleh para pendeta di Shaolin untuk melatih tehnik beladiri dan juga dipakai untuk melatih mereka secara spiritual. Namun karena ketakutan para pendeta Shaolin yang mahir beladiri pada masa Kerajaan Cina, kemudian menghancurkan Biara Shaolin,” terang Cecep Sunarya.

Namun, bukan berarti beladiri ini kemudian turut buyar, namun Kempo tetap hidup dan berkembang di sebagian masyarakat meski secara rahasia. Tehnik olahraga ini terbukti ampu melawan segala jenis kejahatan. Tertulis dalam sejarah, sebelum Perang Dunia II, penemu Kempo, Doshin So saat itu tinggal di Cina. dipaksa pulang ke negaranya Jepang karena harus melawan Rusia.

“Akhirnya berdirilah Dojo, dipakai tempat berlatih dan mengembleng mental untuk menjadi jiwa patriot yang mencintai tanah air. Dengan kombinasi fisik dan filosofi, maka lahirlah seni bela diri Shorinji Kempo.  Saat ini tidak kurang dari 1.5 juta anggotanya tersebar di seluruh dunia, yang tergabung dalam World Shorinji Kempo Organisation (WSKO),” terangnya.

Sementara di Indonesia, Kempo mulai dikenal pada Tahun 1966, dimana pada saat itu tiga orang pemuda Indonesia baru kembali dari menimba ilmu di Jepang. Ketiga pemuda itu adalah Ginanjar Kartasasmita, Indra Kartasasmita dan Uthin Syahraz (alm.) Kemudian ketiga pemuda ini mendirikan organisasi yang diberi nama Perkemi. sebagai wadah perkumpulan seni beladiri Kempo secara nasional.

Tepatnya Perkemi berdiri pada 2 Pebruari, 1966 dan pada Tahun 1970 mendapat pengakuan dari KONI. “Saat ini, Perkemi sudah mempunyai cabang di 26 propinsi di Seluruh Indonesia,” jelas Cecep Sunarya. (nng)

 

Tinggalkan Balasan