KEAMANAN : Pengisian bahan bakar di SPBU Shell sesuai dengan standar internasional demi keamanan dan kenyamanan konsumen. Nampak seorang petugas melayani konsumen di SPBU Shell di kawasan PTC Surabaya, Rabu (15/5) petang. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Shell Indonesia kini semakin gencar membuka stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Untuk itu Shell membuka program kemitraan dengan mengajak masyarakat untuk juga memiliki SPBU Shell.

Salah satunya adalah yang dibidik Shell adalah di Jawa Timur. Hal ini karena peluang program ini juga cukup besar untuk program yang diberi nama dealer owned dealer operated (DODO) ini.

Head of Dealer Owned Network, PT. Shell Indonesia, Agung Saputra mengatakan Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, memiliki potensi ekonomi yang besar dan diperkirakan akan terus berkembang di masa depan.

Hal ini memperlihatkan potensi pasar yang positif bagi pengembangan bisnis ritel BBM. Untuk itu, Shell telah hadir menawarkan bentuk investasi jangka panjang melalui program kemitraan DODO bagi calon mitra di Jawa Timur.

“Kehadiran Shell dengan program DODO juga merupakan salah satu bentuk komitmennya untuk terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia – terutama Surabaya – bisa menikmati bahan bakar dengan kualitas terbaik, dengan fasilitas yang lengkap serta layanan yang terintegrasi,” ujar Agung di sela acara di Surabaya, Rabu (15/5) petang.

Selain itu, Shell melihat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kota Surabaya dan berbagai kota di Jawa Timur pada umumnya mengalami peningkatan. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, kami melihat kebutuhan akan bahan bakar juga meningkat, dan ini merupakan kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis SPBU Shell.

Program DODO ini dilandaskan pada asas kemudahan dan transparansi, mudah dan terencana yang didukung oleh kualitas produk, layanan yang terintegrasi dan operasional yang terbaik.

Hal-hal tersebut merupakan esensi dan fundamental bagi mitra Shell untuk memastikan bahwa semua SPBU Shell dibangun dan dioperasikan dengan standard yang sama, baik yang dimiliki oleh mitra maupun oleh Shell sendiri.

“Kepada calon mitra DODO Shell, kami memberikan proyeksi bisnis SPBU berdasarkan kapasitas kemampuan dari lokasi yang diajukan, pemberian pembekalan berupa pelatihan, dan membantu mereka dengan bantuan promosi berskala lokal dan nasional,” jelas Agung.

Diakui Agung, mitra yang memiliki SPBU Shell bisa melakukan pemantauan bisnisnya dari jarak jauh. hal itu karena Shell sudah menerapkan digitalisasi, sehingga pemilik nantinya tidak harus setiap saat berada di tempat usahanya.
“Kami menyadari bahwa pemilik SPBU ini nantinya bukan hanya memiliki satu atau dua jenis bisnis. Mereka pasti sibuk tidak bisa berada di satu lokasi secara terus menerus. Tapi kami jamin semua akan berjalan baik-baik saja karena sistem keterbukaan itu,” jelasnya.

Hingga saat ini, jumlah keseluruhan SPBU Shell mencapai 98 SPBU yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung, Jawa Timur dan Sumatera Utara. Shell mengajak calon mitra baik perorangan dan perusahaan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai program kemitraan dengan skema DODO.

“Melalui program kemitraan DODO, kami berharap akan mampu mendorong perkembangan bisnis ritel BBM di Jawa Timur dan ini menjadi salah satu wujud dukungan kami untuk berperan aktif mendukung perekonomian di Indonesia,” tandas Agung. end