
LUMAJANG | duta.co – Aditya Fahmi Nurwahid dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tampak bersemangat memetakan potensi wisata Desa Ranubedali menggunakan peta digital dan sticky notes. Warga setempat yang melihatnya pun terus memberi keterangan secara interaktif, mulai dari lokasi wisata, sentra UMKM, hingga titik-titik budaya yang dianggap memiliki daya tarik. Dari proses diskusi tersebut, terciptalah peta konkret yang ditampilkan di layar sebagai dasar penyusunan content plan untuk mengisi ruang di website maupun media sosial desa.
Suasana itu menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Workshop Pengelolaan Website dan Produksi Konten Media Sosial yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Desa Ranubedali, Kabupaten Lumajang, pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi upaya penguatan literasi digital desa sekaligus pengembangan kapasitas masyarakat dalam mengelola media komunikasi berbasis digital.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh tim dosen Unesa yang terdiri atas Rio Febriannur Rachman, Aditya Fahmi Nurwahid, Gilang Gusti Aji, Buyung Pambudi, Eko Pamuji, Putri Aisyiyah Rachma Dewi, dan Ade Firmannandya. Selain melibatkan dosen, workshop ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa mata kuliah Rekayasa Sosial yang tergabung dalam komunitas Svaraga.
Workshop berlangsung dengan suasana interaktif dan melibatkan perangkat desa, pengelola wisata, pelaku UMKM, hingga pemuda desa. Materi yang diberikan meliputi strategi pengelolaan website desa, penyusunan content plan, teknik produksi foto dan video sederhana untuk media sosial, hingga optimalisasi platform digital sebagai sarana promosi potensi desa.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah mendorong Desa Ranubedali agar mampu memanfaatkan media sosial secara lebih terstruktur dan konsisten. Tim pengabdian menilai bahwa media digital memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta produk UMKM desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Eko Pamuji mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama antara akademisi dan masyarakat desa. Menurutnya, desa memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui penguatan komunikasi digital.
“Kami ke sini untuk mendapatkan banyak pelajaran dari Desa Ranubedali, sambil berbagi pengalaman tentang optimalisasi konten media sosial di desa,” ujar Eko Pamuji.
Peserta workshop tampak antusias mengikuti sesi praktik produksi konten. Mereka diajak memahami cara membuat konten yang menarik, menentukan identitas visual media sosial desa, hingga menyusun strategi publikasi yang mampu meningkatkan keterlibatan audiens di platform digital.
Sekretaris Desa Ranubedali, Agung, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim dosen dan mahasiswa Unesa. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan desa, khususnya dalam memperkuat promosi digital dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kedatangan rekan-rekan dosen dan mahasiswa Unesa yang sudah mau berkunjung ke tempat kami,” kata Agung.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi Unesa berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Tidak hanya sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan tersebut juga menjadi langkah konkret dalam mendukung transformasi digital desa dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis media sosial. (ep)







































