MADIUN|duta.co – Umi Jamilah (48) warga Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, akhirnya terbebas dari pasung, Kamis (10/8) siang lalu. Setelah lebih dari 4  tahun lamanya terbelenggu  pasung dikakinya, bebas dilepas oleh petugas tim pendamping pasung dari Dinas Sosial Jawa Timur.

Umi Jamilah menempati ruangan berukuran 3 meterX 4  meter di rumahnya, karena kerap mengamuk, Umi Jamilah akhirnya dibebaskan dengan melepas rantai dan gembok melilit dikakinya. Turut terlibat dari jajaran Kecamatan Geger, Koramil dan Polsek Geger, ikut membantu pelepasan rantai.

Terlihat, Umi Jamilah menandakan rasa senang dan bersedia diajak petugas untuk berobat ke Rumah Sakit DR Soeroto Kabupaten Ngawi untuk menjalani pemeriksaan pasca dipasung. “Saya senang dia bisa dirawat , dia mengalami gangguan sejak 12 tahun silam, karena sering mengamuk akhirnya dirantai,” ujar ibu Umi Jamilah yaitu Mujayanah,

Tahun 2013 kkerap mengamuk dan mengganggu warga sekitar akhirnya terpaksa dipasung. Untuk proses selanjutnya pasca dibebaskannya dari pasung, wanita paruh baya yang sempat menikah dan merantau bersama suaminya tersebut menjalani perawatan medis di RSUD dr Soeroto khusus penderita sakit jiwa.

“Selanjutnya akan direhabilitasi untuk diberikan pelatihan pelatihan. Swtelah dilakukan pendampingan sejak tahun 2016 dengan kondisi sakit jiwa parah, mulai membaik dan pasungnya l dilepas. Selanjutnya  dirujuk untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi nantinya,” ujar Fathur Rohman, Tim Pendamping Dinas Sosial Jatim.

Kasus pasung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kabupaten Madiun sendiri tercatat ada 69 jiwa. Tiap tahunnya mengalami penurunan dan tahun ini ada sekitar 15 kasus. (ags)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan