
SURABAYA | duta.co – Siapa yang tidak ingin memiliki rumah. Setiap keluarga pasti targetnya punya rumah untuk keluarga, tempat berteduh, beristirahat dan bercengkerama kala penat bekerja. Namun tidak semua para keluarga di Kota Surabaya kususnya yang berkesempatan bisa membeli rumah karena tidak cukupnya pendapatan per bulan.
Backlog perumahan di Jawa Timur, termasuk Surabaya, mencapai 29,95%, dengan jumlah keluarga yang belum memiliki rumah layak huni mencapai 14.733.859 orang. Backlog ini terdiri dari dua kategori, yaitu backlog kepemilikan (12,67%) dan backlog Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) (17,28%).
Menyimak data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 backlog perumahan di Kota Surabaya mencapai 88.804 unit. Dan Backlog perumahan di Kota Surabaya pada tahun 2025 dan 2026 tidak jauh beranjak dari jumlah tersebut. Bisa dibayangkan masih banyaknya pasangan keluarga yang belum punya rumah layak tinggal untuk keluarganya.
Sementara harga rumah tiap tahun terus naik, makin jauh juga impian dan harapan generasi Milenial saat ini berusia 24-39 tahun dan Gen X sekarang berusia 40-55 tahun untuk bisa memiliki rumah. Namun dengan tekat dan kemudahan yang diberikan perbankan, masih sangat mungkin untuk punya rumah di luar Kota Surabaya seperti Gresik, Sidoarjo, Mojokerto bahkan Lamongan masih ada dibawah Rp 500 juta.
Sedang untuk beli rumah di Kota Surabaya kebanyakan juga di wilayah pinggiran yang sesuai dengan kemampuan budget pendapatan dan cicilan per bulannya. Harga rumah di Kota Surabaya diatas Rp 500 juta sampai miliaran. Sangat berat dijangkau oleh masyarakat segmen menengah.
Salah satu yang harus berjuang memiliki rumah dan akhirnya punya rumah setelah belasan tahun bekerja sebagai jurnalis yakni Romadhona Yulian Budi Wibowo yang kini bekerja di media Pikiran Rakyat Jatim.
Bagi Dona panggilan akrabnya untuk bisa memiliki rumah perlu tekad kuat dan perjuangan belasan tahun. Pasalnya setelah lulus dari Unitomo jurusan Fikom Jurnalistik tahun 2008 lalu langsung bekerja di media. Bahkan sebelum lulus tahun 2006 sudah bekerja di Majalah Golf. Selama belasan tahun, sudah banyak ganti dan pindah media sampai akhirnya kini berlabuh menjadi gawang pimpinan di Pikiran Rakyat Jatim.
Menurut Dona sejak awal bekerja, berkeluarga perlu waktu 13 tahun untuk bisa memiliki rumah sendiri, bukan kos ataupun kontrak atau tinggal di rumah mertua. Tepatnya tahun 2019 memantapkan diri untuk memilih rumah tinggal sekaligus investasi masa depan dengan mengambil satu unit rumah di Perumahan GOLDEN BERRY REGENCY di kawasan Menganti Kabupaten Gresik.
Dipilihnya kawasan Gresik, sementara aktivitasnya di tengah kota Surabaya karena pertimbangan budget yang pas untuk cicilan. Langkah ini dilakukan mayoritas para pekerja yang di Kota Surabaya dengan memilih kabupaten terdekat dari Kota Surabaya seperti Gresik, Sidoarjo, bahkan Mojokerto.
Ubah Stigma Jurnalis Susah Dapatkan KPR
Sebelum mantap memilih dan kreditnya disetujui di GOLDEN BERRY REGENCY di kawasan Menganti Kabupaten Gresik Dona mengaku beberapa mengajukan kredit perumahan. Namun beberapa kali gagal dan tidak disetujui KPR nya oleh perbankan salah satunya disebabkan karena profesinya sebagai jurnalis.
Dari beberapa kasus pengajuan kredit yang terjadi, profesi Jurnalis seringkali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan persetujuan kredit karena beberapa alasan. Pendapatan tidak stabil: Jurnalis seringkali memiliki pendapatan yang tidak stabil atau tidak tetap, sehingga bank atau lembaga keuangan lainnya sulit untuk menilai kemampuan mereka dalam membayar cicilan kredit.
Serta Risiko pekerjaan: Jurnalis seringkali bekerja di lapangan dengan risiko tinggi, sehingga bank atau lembaga keuangan lainnya mungkin mempertimbangkan mereka sebagai risiko kredit yang lebih tinggi. Sehingga proses untuk persetujuan kredit lebih dari profesi lainnya sehingga seringkali menjadikannya gagal. Dan para jurnalis juga malas untuk melanjutkan pengurusan karena dianggap ribet dan berbelit.
Namun stigma tersebut dipatahkan oleh disetujuinya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Dona di Perum GOLDEN BERRY REGENCY oleh Bank Tabungan Negara (BTN). Dona mengambil satu unit perumahan yang dipilih kisaran Rp 400 juta uang muka Rp 60 juta pada tahun 2019 lalu.
“Prosesnya tidak rumit dan simple yang dilakukan oleh BTN. Survey normal layaknya pengajuan kredit, keterangan gaji dari kantor waktu itu masih di Jatim Mandiri Group. Setelah itu prosesnya berjalan lancar dan akhirnya disetujui KPR-nya. Harusnya memang seperti ini, karena profesi jurnalis juga sama halnya profesi lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan dari masing-masing kantor dimana dia bekerja,” jelas Dona.
Dona menjelaskan sebelum membayar cicilan KPR, diharuskan bayar Down Payment (uang muka) sebesar Rp 60 juta dan bisa dicicil sesuai kemampuan. Sampai akhirnya lunas dan serah terima kunci rumah, mulai membayar cicilan perumahan sebulan sekitar Rp 2.900.000.
Apakah kesulitan membayar cicilan per bulannya? Dona mengaku tidak kesulitan karena bisa menyisakan anggaran untuk membayar cicilan bulanan dari pendapatan yang diterimanya perbulan sebagai jurnalis.
“Sejak awal cicilan, semuanya berjalan lancar sesuai tenggat yang ditentukan. Alasan memilih lokasi di Menganti Gresik karena harga dan jangkauan yang masih aman untuk menuju tengah kota Surabaya. Meski saat ini hanya ditempati untuk akhir pekan, baginya memiliki rumah bagi semua pekerja termasuk Jurnalis sangat penting dan harus diusahakan,” tegas Dona.
Dari pengalaman menggunakan KPR BTN beberapa kelebihan, antara lain BTN menawarkan bunga KPR yang kompetitif dibandingkan dengan bank lainnya. Proses pengajuan KPR BTN relatif cepat dan mudah. Syarat pengajuan KPR BTN relatif mudah dan tidak terlalu rumit. BTN menawarkan pilihan tenor KPR yang fleksibel, sehingga Anda dapat memilih tenor yang sesuai dengan kemampuan Anda.
BTN menawarkan biaya administrasi yang rendah untuk KPR. BTN menawarkan asuransi jiwa yang dapat membantu melindungi keluarga Anda jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Dan BTN menawarkan fasilitas tambahan seperti KPR renovasi, KPR top up, dan lain-lain.
Hunian Exclusive ” GOLDEN BERRY REGENCY Perumahan dengan konsep design minimalis modern yang berlokasi di belakang central pasar Menganti. Dengan total luas lahan 12 hektar dan sudah dihuni sekitar 400 kepala keluarga. Dekat dengan fasilitas umum seperti , terminal antar kota , sarana kesehatan , sarana pendidikan,sarana pemerintahan daerah dan pasar traditional.
Tidak jauh beda dengan dona, yang dilakukan Icha Nadiroh, mantan redaktur DetikJatim mengaku mendapatkan persetujuan KPR dari BTN saat membeli perumahan di Kota Lamongan tahun 2020.
Icha mengaku ketika tertarik membeli perumahan di Kota Lamongan, sama pengembang sudah diarahkan untuk mengambil KPR BTN. Dengan proses yang tidak terlalu ruwet dan proses pengurusannya lancar degan melampirkan beberapa kebutuhan administrasi yang diperlukan.
“Untuk para jurnalis tidak perlu risau untuk mengajukan KPR. Asalnya syarat administrasinya lengkap, tidak butuh waktu lama untuk disetujui. Masukan buat BTN, buru buru melakukan penagihan padahal belum jatuh tempo sementara konsumen tidaka pernah menunggak cicilan. Entah itu sistem ataupun petugas, harusnya lebih flexibel kecuali kepada konsumen yang biasa menunggak,” tegas Icha.
Masukan lain buat BTN yakni memperbaiki pelayanan, bunga yang harus lebih bisa bersaing dengan bank lain juga layanan administrasi untuk bisa lebih mudah.
“Dengan posisi BTN saat ini, bisa bersaing dengan Bank BUMN yang ada saat ini termasuk dengan bank swasta nasional. Asalkan layanan BTN terus diperbaiki dan jaringan ATM juga diperbanyak kususnya di daerah tingkat II yang masih minim.”
Makin Mudah dengan Bale by BTN

Transaksi digital menjadi layanan unggulan semua perbankan. Demikian juga yang dilakukan BTN dengan meluncurkan m-banking Bale by BTN. Meski dibandingkan dengan m-banking bank BUMN lain, Bale by BTN dibilang paling muda karena diluncurkan 9 Februari 2025 tepat berusia 75 tahun.
Bank BTN memang dalam usia matang, bank yang selama ini dikenal fokus KPR, seiring dengan upaya transformasi perseroan menjawab kebutuhan nasabah yang terus berkembang dinamis lewat Bale by BTN. BTN resmi meluncurkan Bale by BTN, Super App yang menawarkan solusi menyeluruh dan layanan terbaik melalui inovasi digital.
Bale by BTN merupakan inisiatif strategis perseroan untuk bisa lebih kompetitif lagi dalam menjadikan BTN sebagai bank transaksional. Diharapkan dengan hadirnya Bale by BTN dapat menarik lebih banyak dana murah ritel secara berkelanjutan dan juga mempermudah nasabah untuk memenuhi kebutuhannya secara digital. Target besar diusung dalam tarnsformasi tersebut. Melalui peluncuran tersebut, BTN berharap dapat mencatat sekitar 3,6 juta hingga 5 juta pengguna (user) Bale by BTN dalam dua tahun ke depan.
Pengalaman menggunakan Bale by BTN dirasakan Moch Dafino Haryonida, lulusan Teknik Informatika Unesa tahun 2025 ini. Fino panggilan akrabnya mengaku sangat terbantu dengan layanan Bale by BTN untuk transaksi layanan perbankan selama kuliah.
“Kebetulan Fino mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah mulai semester 2-8 sudah menjadi nasabah BTN dan tidak lupa menggunakan Bale by BTN untuk transaksi transfer, chek saldo juga menggunakan qris untuk belanja kebutuhan kuliah dan jajan,” kata Fino yang masuk Anak Kebutuhan Kusus (ABK) sejak kecil namun kini dinyatakan sembuh setelah melalui serangkaian terapi.
Diakui Fino yang seorang ABK menggunakan Bale by BTN tidak masalah sama sekali. Dengan menjadi nasabah BTN dan fitur layanan Bale by BTN menjadi satu kelebihan bank BTN yakni “Saya aman nabung di bank BTN dan kalau mau ambil uang di Bank BTN mudah karena di dalam kampus ada Bank BTN.”
Menurut Fino menggunakan Bale transaksi cepat dan aman. Bale by BTN memungkinkan pengguna melakukan transaksi dengan mudah dan aman, termasuk pengecekan saldo real-time, transfer, pembayaran, dan pembelian.
“Bale by BTN terintegrasi dengan ekosistem gaya hidup, termasuk program cashback di ribuan merchant. Bale by BTN dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui gadget. Juga Bale by BTN didesain dengan tampilan yang menarik dan mudah digunakan, terutama untuk generasi muda.”
Layanan Bale by BTN menawarkan layanan perbankan lengkap, termasuk pembukaan rekening tabungan, e-Deposito, pengajuan kredit, dan pengelolaan portofolio investasi. Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, Bale by BTN diharapkan dapat menjadi salah satu aplikasi perbankan digital terdepan di Indonesia.
“Masukan bagi Bank BTN karena ATM BTN tidak tersebar di banyak tempat hanya tempat tertentu saja. Jadi jaraknya kalau ada ATM BTN dengan BTN yang lain jauh. Kalau dibandingkan dengan bank lain, contohnya Bank BCA, Bank Mandiri itu ATM-nya tersebar di banyak tempat dan mudah dicari.”
Pengalaman yang sama dialami Romadhona Yulian Budi Wibowo. Menurutnya Bale by BTN memiliki fitur pengajuan KPR online yang lebih efisien, memungkinkan nasabah untuk melakukan input data dan dokumen yang dibutuhkan tanpa harus datang ke kantor cabang. Ini terobosan yang sangat bagus bagi BTN memudahkan masyarakat untuk bisa mendapatkan KPR dalam waktu singkat, cepat dan tidak berbelit.
“BTN dikenal sebagai bank nya KPR dan harus lebih maju dalam hal layanan dibandingkan bank lain yang kini juga memberikan KPR. KPR online sangat bagus, menyederhanakan pengajuan kredit KPR yang tidak dimiliki bank lain. Kalau makin simpel dan cepat, banyak masyarakat yang belum punya rumah bisa terbantu memiliki rumah lewat KPR,” jelas Dona.
Cerita Dona untuk membayar cicilan KPR, tidak perlu datang ke cabang terdekat, tinggal klik lewat Bale semuanya bisa terselesaikan.
“Pengalaman menggunakan m-banking dari bank lain, sebut saja Bank Mandiri dan BCA, fitur Bale by BTN lebih simpel dan mudah digunakan dan cepat aksesnya,” tegas Dona.
Keunggulan ini jelas Dona menjadi kelebihan Bale untuk bisa menarik lebih banyak pengguna dan nasabah segmen muda yang pasti membutuhkan layanan digital. Kecepatan akses juga penting bagi pengguna m-banking pada umumnya, juga tidak kalah penting yakni keamanan dalam transaksi.
“Proteksi keamanan Bale by BTN sangat penting guna mendapatkan kepercayaan nasabah dalam menggunakan m-banking. Selama enam tahun menggunakan Bale by BTN, tidak ada masalah kaitan keamanan, semuanya berjalan lancar dan sangat mendukung kelancaran untuk transaksi perbankan.”
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan sesuai dengan keunikan Bale by BTN yang menghubungkan nasabah dengan ekosistem perumahan, BTN telah menggabungkan platform BTN Properti ke dalam Bale by BTN dan mengembangkan fitur pengajuan KPR online yang lebih efisien.
“BTN adalah bank pertama yang memiliki inisiatif dalam pengajuan KPR online, yang memungkinkan nasabah untuk melakukan input data dan dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan KPR tanpa harus datang ke kantor cabang. Saat dilakukan akad, ketika nanti sudah ada sistem e-notaris, BTN akan digitalkan notarisnya juga,” jelas Thomas.
Wang Residence Sukodono Bidik Pasar Menengah
Kabupaten Sidoarjo, salah satu lokasi yang banyak dilirik menjadi pilihan untuk membeli rumah para pekerja di Kota Surabaya. Harga yang terjangkau, di bawah Rp 500 juta sudah dapat rumah yang layak, juga akses jalan menuju tempat kerja mudah dijangkau. Lokasi yang banyak dijadikan pengembangan perumahan kelas menengah yakni Sukodono, 30-60 menit menuju pusat kota Surabaya.
Seperti yang dilakukan PT Wang Properti Indonesia. Awal tahun 2026 menjadi momentum bagi PT Wang Properti Indonesia pengembang perumahan Wang Residence Sukodono meluncurkan produk barunya menyasar segmen menengah dengan harga dibawah Rp 500 juta. Bidikannya pasangan muda dari Sukodono dan sekitarnya termasuk Surabaya yang memilih perumahan pinggiran sebagai pilihan.
Optimisme PT Wang Properti Indonesia diperkuat berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai mendukung sektor properti. Relaksasi likuiditas perbankan, dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi faktor pendorong meningkatnya daya beli masyarakat.
Seperti dikatakan Hadi Prayitno Direktur Utama PT Wang Properti Indonesia pengembang perumahan Wang Residence Sukodono pasar properti di Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan geliat positif. Menangkap tingginya kebutuhan hunian dengan harga terjangkau, PT Wang Properti Indonesia resmi meluncurkan produk terbarunya, Wang Residence Sukodono, dengan menghadirkan Tipe Artha yang dipasarkan di bawah Rp 500 juta.
“Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi pengembang dalam menjawab permintaan pasar, khususnya masyarakat urban yang menginginkan hunian nyaman, modern, namun tetap ramah di kantong. Para jurnalis juga bisa mengajukan KPR bagi yang belum dan mau menambah punya rumah baru. Untuk bank, semua kita layani termasuk BTN dengan berbagai kemudahan layanan yang diberikan,” kata Direktur Utama PT Wang Properti Indonesia pengembang perumahan Wang Residence Sukodono Hadi Prayitno ditemui saat peluncuran Wang Residence Tipe Artha, Rabu (28/1/26) lalu.
Hadi Prayitno menegaskan bahwa produk terbaru ini lahir dari riset mendalam terhadap kebutuhan konsumen di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kebutuhan pasar properti tetap tumbuh ditengah situasi ekonomi saat ini.
“Permintaan pasar di Sidoarjo itu cukup jelas, mayoritas menginginkan hunian dengan harga di bawah Rp 500 juta. Dari situ kami melihat peluang, lalu kami sesuaikan produk dengan kebutuhan pasar,” ujar Hadi.
Pada tahap kedua pengembangan, Wang Residence menghadirkan Tipe Artha dengan dua pilihan luas bangunan, yakni Tipe 36 dan Tipe 48, yang berdiri di atas lahan seluas 90 meter persegi. Kehadiran tipe ini melengkapi tahap pertama yang sebelumnya memasarkan Tipe 72, yang kini hampir seluruhnya terserap pasar.
“Untuk tahap pertama, sekitar 80 unit sudah terjual. Itu menjadi indikator kuat bahwa minat pasar sangat tinggi. Maka di tahap kedua ini kami siapkan sekitar 100 unit dengan konsep yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Meski menyasar segmen harga menengah ke bawah, Wang Residence tetap mempertahankan kualitas infrastruktur yang jarang ditemui di kelasnya. Kawasan ini telah dilengkapi listrik bawah tanah (underground), jaringan PDAM, serta infrastruktur lingkungan yang siap huni.
“Biasanya listrik underground itu sulit ditemui di segmen ini. Tapi kami pastikan semua unit sudah siap, infrastrukturnya lengkap. Ini nilai lebih yang kami tawarkan. Untuk PPN DTP, konsumen bisa menikmati bebas PPN 10 persen dan hanya membayar 1 persen. Ini berlaku sampai serah terima akhir tahun. Karena bangunan kami satu lantai, proses pembangunan bisa selesai kurang dari enam bulan, sehingga sangat memungkinkan konsumen mendapatkan fasilitas tersebut,” paparnya.
Respons pasar terhadap peluncuran Tipe Artha pun terbilang positif. Hingga saat ini, tercatat sekitar 78 calon konsumen telah masuk dalam proses pembiayaan perbankan. Mayoritas peminat berasal dari Surabaya, yang melihat Sukodono sebagai kawasan strategis dengan akses mudah dan harga yang lebih kompetitif.
“Untuk hunian di bawah Rp500 juta, angka ini cukup tinggi. Pasarnya campuran, tapi memang banyak dari Surabaya yang masuk ke sini,” ungkap Hadi.
Dengan konsep hunian terjangkau, infrastruktur matang, serta dukungan kebijakan pemerintah, Wang Residence Sukodono optimistis produk terbarunya akan kembali diserap pasar dengan baik. Peluncuran Tipe Artha sekaligus menegaskan komitmen pengembang dalam menghadirkan hunian layak dan berkualitas bagi masyarakat luas di kawasan penyangga Surabaya.
Sebulan BTN Salurkan 4.160 Unit KPR FLPP
Di tengah persaingan bisnis perbankan dan melubernya likuiditas, BTN konsisten dengan segmen penyaluran KPR. BTN mencatatkan penyaluran tertinggi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) periode 1–31 Januari 2026 sebanyak 4.160 unit.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan bank-bank Himbara lainnya, mengacu total realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP secara nasional sebanyak 7.312 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 912,4 miliar berdasarkan laporan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Berdasarkan data BP Tapera, setelah BTN, Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP sebanyak 861 unit, Bank Mandiri 699 unit, BNI 616 unit, serta BRI 587 unit.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan “Dominasi BTN pada Januari 2026 menunjukkan kesiapan sistem, jaringan, dan kemitraan yang telah kami bangun secara konsisten. Kami berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari peran BTN sebagai mitra strategis pemerintah,” katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Ahad (15/2/2026).
Berdasarkan data yang diperoleh BTN, jumlah realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP BTN jauh lebih besar, yakni mencapai 6.749 unit hingga akhir Januari 2026. Hal ini disebabkan adanya beberapa KPR Sejahtera FLPP yang sudah diakadkan BTN masih dalam proses penagihan ke BP Tapera.
Lebih lanjut, Nixon menyampaikan bahwa kinerja awal tahun ini melanjutkan konsistensi BTN sepanjang 2025, karena perseroan berhasil menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 192.208 unit. Rekam jejak tersebut dianggap memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan pengalaman dan jaringan terluas dalam pembiayaan perumahan rakyat.
Dia menambahkan, pemerintah menetapkan kuota nasional FLPP sebesar 350 ribu unit pada 2026, dan BTN mendapatkan alokasi kuota sebanyak 172 ribu unit.
“BTN siap mengoptimalkan alokasi kuota yang diberikan dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, BP Tapera, serta mitra pengembang di berbagai wilayah. Transformasi digital dan optimalisasi jaringan distribusi akan terus kami dorong agar proses pembiayaan semakin cepat, transparan, dan tepat sasaran,” ucap dia.
Untuk kinerja BTN menargetkan laba bersih tumbuh 20 sampai 22 persen year on year (yoy) pada 2026. Penyaluran kredit perseroan ditargetkan tumbuh 8-9 persen (yoy) pada 2026, dengan non performing loan (NPL) berada di bawah tiga persen.
“Kita merencanakan sampai tahun depan, loan growth mungkin masih 8-9 persen, tapi ini OJK terus terang minta dinaikkan, karena 12 (persen) tahun lalu. Kemudian, net profit kita masih berani tulis 20-22 persen, karena memang masalah-masalah kredit masa lalunya sudah selesai. Jadi sudah bersih,” ujar Nixon.
Kemudian, BTN menargetkan pertumbuhan deposit sebesar 7-8 persen pada tahun ini, dengan biaya dana atau cost of fund berada di level 3,6 persen, serta beban kredit di kisaran 1-1,2 persen.
“Kemudian cost of fund-nya juga kita turunkan di bawah 3,6 persen. Cost of credit-nya bisa naik sedikit jadi 1-1,2 persen, dan NPL pertama kali nanti kita di bawah 3 persen,” ujar Nixon.
Pada 2025 hingga periode November, BTN membukukan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun, atau tumbuh 21,10 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai Rp2,40 triliun.
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh kredit dan pembiayaan yang disalurkan senilai Rp386,47 triliun hingga 30 November 2025, atau naik 8,74 persen (yoy) dari sebelumnya Rp355,42 triliun.
Perseroan membukukan pertumbuhan DPK seiring dengan upaya perseroan meningkatkan pendanaan terutama dana murah atau current account and saving account (CASA). Per November 2025, DPK perseroan meningkat 15,77 persen (yoy) menjadi Rp423,96 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp366,22 triliun. Imam ghozali






































