Keterangan foto youtube

SURABAYA | duta.co – Ibarat ‘bola muntah’. Lolosnya Draft RUU HIP menjadi Rancangan Undang Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang diusulkan seluruh politisi (DPR RI) kecuali politisi PKS, seperti ‘bola muntah’ yang ‘menampar’ keras wajah mereka.

Apalagi, isinya dinilai mayoritas rakyat, justru mengancam Pancasila sebagai dasar negara, memeras menjadi Trisila dan bahkan Ekasila. Lebih dari itu, perubahan ini dianggap sudah mendekati konsep ideologi komunis. Jika sampai lolos, selangkah lagi, Indonesia diyakini menjadi negara sekuler dan komunis.

“Man-teman, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ketemu lagi bersama saya, Ahmad Dhani, di video legend. Kali ini saya mau ngeplay video buat teman-teman, video nostalgia saya, di tahun 2019 (2018 red.),” demikian Ahmad Dhani memulai video ‘tagih janji’ Yaqut CS. yang beredar viral di medsos sampai Rabu (24/6/2020) dini hari.

Durasi video ini tidak panjang. Hanya 7 menit 21 detik. Tajuknya: “Ahmad Dhani Menagih Janji Gus Yaqut (Ketua Umum GP Ansor) dan Maruarar (Politikus Senior PDIP Maruarar Sirait) untuk Gebug Siapa pun yang Mau Ganti Pancasila.”

Video yang diunggah Selasa (23/6/2020) itu, sudah ditonton 96.843 pemirsa youtube. Belum lagi yang beredar di WA grup.

Seru! Video ini diawali debat seru antara Ahmad Dhani vs Gus Yaqut dan Maruarar. Tak kalah seru, diakhir video, @video legend memasukkan pesan penting mantan Menhan RI, Ryamizard Ryachudu.

Video debat diambil dari Kompas TV dengan pembawa acara ROSI. Dan itu juga sudah diunggah Kompas di youtube pada 4 Sep 2018, ditonton 1,3 juta pemirsa. Judulnya: “Yaqut-Maruarar Siap ‘Gebuk’ Pengganti Dasar Negara – Rosi”.

Tampak jelas, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menggebu, mengancam akan menggebuk siapa saja yang ingin mengubah Pancasila, termasuk khilafah.

 “…Banser akan turun tangan pertama kali yang ada di depan, gebuk gerakan ini. Kalau kita memang sudah nilai bahwa ini akan menjadi cita-cita khilafah, akan mewujudkan cita-cita khilafah. Nah, kalau banser masih diam saja, berarti belum. Kita tunggu saja,” kata Gus Yaqut.

Ahmad Dhani, lawan dialog, seperti tidak terima. “Saya mau tanya ini, sama ketua saya. Gebuknya pakai apa bos?,” katanya.

Yaqut langsung menimpali. “Gebuk itu gampang, diidoni (diludahi red.) sudah sama dengan gebuk. Gebuk itu gampang sekali, alatnya banyak untuk gebuk. Kalau kamu sudah melakukan ancaman terhadap negera, aku nih sebagai warga negara yang cinta kepada negara ini, aku akan gebuk kamu,” demikian Yaqut dengan menuding Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani masih tidak terima. “Melanggar hukum dong (main gebuk)?,” sergahnya.

“Soal melangar hukum, kamu lebih melanggar hukum, karena ingin mengganti dasar negara ini dengan bentuk lain, kan begitu?,” balas Yaqut dengan semangat.

Politikus Senior PDIP Maruarar Sirait, yang duduk di sebelah Yaqut, langsung menimpali. “Kayaknya Ahmad Dhani ini belum juga mengerti yah?,” potongnya.

“Jelasin-jelasin,” sahut Yaqut.

“Kalu kamu melanggar negara ini, (mengubah Pancasila) dengan bentuk lain, saya ama Yaqut ini, akan kejar kamu. Kita akan gebukin kamu,” demikian Maruarar sambil menyuguhkan ‘salam tos’ dengan Yaqut di depan pemirsa KompasTV.

Rosi, sang pembawa acara bertema ‘Dewasa Berdemokrasi’ itu, mencoba untuk menengahi, karena dia yakin yang hadir di acara itu, punya rasa yang sama, ingin menjaga Pancasila.

“Tolong jelaskan-jelaskan,” Ahmad Dhani minta Rosi menjelaskan kepada Yaqut dan Maruarar.

“Kalau sampai melanggar negara, mengubah dasar negara. Kalau, kita tidak ada lagi toleransi, kalau, kalau,” kata Yaqut .

“Caranya gimana ? Nggak mungkinlah,” sergah Dhani.

“Kalau nggak mungkin, kita juga tidak akan gebuk kan,” timpal Yaqut enteng.

Dhani pun ‘muntap’. “Ini kan ngomong bullshit (bicara omong kosong red)  bos, bagaimana cara saya mengubah dasar negara?,” Dhani semakin heran.

“Tadi ngomong kalau. Tidak perlu ngomong kalau-kalau bos? Ini ngomong jangan yang nggak-nggak,” tambah Dhani.

Rosi lalu menjelaskan, bahwa, yang disampaikan Ahmad Dhani sebenarnya, dia tidak akan punya niat sedikit pun untuk itu (mengubah Pancasila).

“Kalau memang tidak ada niat, ya kita diam?,” timpal Yaqut.

Mendengar ini, Dhani melanjutkan. “Di mana HTI caranya mengubah Pancasila, coba jelaskan?,” desaknya kepada Yaqut.

“Jelas kalau kamu lihat sejarah HTI bagaimana dia berkembang dan bagaimana cita-citanya, itu jelas. Bagaimana dia ingin mengganti ideologi negara ini,” jelas Yaqut.

Caranya gimana? “Caranya tanya Ismail Yusanto (eks Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia red.). Jangan tanya saya. Saya ini anti-HTI? Diskusinya akan panjang. Soal caranya memang banyak hal,” tambah Yaqut.

Rosi pun menimpali, ini perdebatan Ketua Umum GP Ansor dan Anggota Kehormatan Banser. Mendengar omongan Rosi ini, Yaqut langsung mengatakan, akan mencabut Anggota Kehormatan Banser bagi Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani tampak terheran. “Cara berpikir kita harus sistematik. Jangan ilusi, berkhayal, bagaimana HTI mau ganti Pancasila, itu tidak mungkin,” gerutunya.

Keterangan foto youtube
Ada Ryamizard Ryachudu

Nah, setelah rekaman video lama ini selesai, Ahmad Dhani melanjutkan komentarnya. “Gimana teman-teman sudah melihat video nostalgia saya. Video saya bersama ketiga rekan, satunya Ketum GP Ansor, satunya lagi politisi PDI-P. Dua-duanya getol banget ingin gebuk siapa saja yang mau ganti Pancasila.”

“Sekarang kita bisa tagih mereka, kepada Yaqut Cs, sudah jelas, Pancasila mau diganti dengan Trisila sudah pasti itu kalau memang UU itu diresmikan, disahkan. Pancasila sudah akan berubah menjadi Trisila, Ekasila,” katanya.

“Sekarang kami, warga negara Indonesia, yang nonton video itu, video yang katanya kalian berdua mau menggebuk siapa pun yang akan mengganti Pancasila, kapan mereka kamu gebuk?  Mereka-mereka yang mengusulkan RUU HIP ini, kapan kamu gebuk. Kami sangat menanti, kepada semuanya, tak hanya Yaqut cs dan Maruarar. Tetapi semua Ormas yang katanya Pancasilais, yang bersedia berperang jika ada orang-orang atau kelompok yang mengganti Pancasila.”

“Sekarang sudah jelas di depan mata mereka itu, kapan kamu gebuk Yaqut? Kapan kamu gebuk Maruarar, karena kami menanti kamu semua menggebuk para elit yang mempunyai  ide untuk menggantikan Pancasila dengan ekasil atau dengan trisila, nantinya juga bisa menjadi asusila,” tanya Ahmad Dhani.

Pada menit terakhir, terdapat pesan penting mantan Menhan RI, Ryamizard Ryachudu. “Sering sekali kita dengar, bahaya laten ditertawakan: Ndak ada itu bahaya laten-laten. Kemudian komunis: Komunis itu sudah tidak ada lagi, ngapain disebut-sebut. Ternyata sekarang muncul, jadi kita patut curiga juga kepada orang yang bilang begitu. Yang bilang nggak ada, nggak ada, mungkin dia juga yang komunis kali,” jelas Ryamizard Ryachudu. (mky,net)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry