LOMBA TRAKTOR: Tampak sejumlah pejabat sedang menyaksikan lomba traktor traktor ‎ (duta.co/syaiful adam)

TUBAN | duta.co – Sedikitnya sebanyak 82 petani di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, turut memeriahkan lomba nraktor dan tanam padi menggunakan mesin Transpenter. Perlombaan yang di buka oleh Direktorat Jendral (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) dilaksanakan di Desa Karangtinoto Kecamatan Rengel, Tuban. Jum’at (13/12/17).

Sekretaris Dirjen PSP, Abdul Majid mengungkapkan perlombaan yang digagas oleh Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) Tirtotinoto ini tergolong unik karena hampir dipastikan kegiatan semacam ini baru pertama kali. “Lomba semacam ini bagus dan belum ada di daerah lain,” katanya.

Lebih lanjut Majid menambahkan apa yang dilakukan oleh Hippa Tirtotinoto selama ini tergolong istimewa dalam kurun waktu yang tergolong panjang yakni 23 tahun pihak desa dalam hal ini Hippa setempat mampu memanfaatkan Sungai Bengawan Solo dengan membangun irigasi serta pipanisasi dari sungai ke lahan persawahan.

Menurutnya dibandingkan daerah lain Desa Karangtinoto memiliki keinginan kuat dalam untuk memajukan dan mengembangkan pertaniannya. Hal ini dapat dilihat sejumlah alat pertanian masih difungsikan dengan baik bahkan cenderung berkembang dari waktu ke waktu.

“Kalau disini dimanfaatkan dengan baik alat pertaniannya, jika di daerah lain sudah banyak bantuan yang habis dijual,” jelasnya.

Perlombaan yang juga dibuat sebagai ajang silaturrahmi ini telah berjalan untuk kedua kalinya, dan patut di apresiasi, mengingat perlombaan para petani ini dilaksanakan tanpa meminta bantuan dana baik dari pihak desa, kecamatan serta Pemerintah Daerah

Ketua Hippa Tirtotinoto, Kasadi menjelaskan ajang ini sebagai evaluasi kinerja operator traktor yang ada di Kecamatan Rengel, pihaknya tidak ingin hanya sekedar mendapatkan bantuan saja, tapi bagaimana caranya dan menilai hasil garapannya serta ajang tukar pengalaman para petani

“Nanti yang terbaik akan menerima hadiah traktor serta mesin tranpenter.”

‎Nantinya bakal kelihatan, mana operator yang kerjanya cepat, dan hasilnya baik. Jika masih kurang sempurna, Hippa akan memberikan arahan soal teknis menraktor sawah. Disamping meningkatkan kerukunan petani, lomba nraktor juga mengajak pemuda untuk terjun di sawah. Tanpa penerus, luas lahan di Karangtinoto yang subur akan terbengkalai. “Pemuda harus lebih semangat untuk menggantikan yang tua,” pungkasnya ‎(sad)

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan