SURABAYA | duta.co – Setelah dilantik Presiden Rabu besok, serah terima jabatan (sertijab) gubernur Jawa Timur akan digelar pada Senin 18 Februari 2019 mendatang. Sebelumnya Gubernur Soekarwo sudah pamitan pada Senin 11 Februari kemarin.
Jadwal sertijab itu diputuskan setelah DPRD Jawa Timur melakukan pertemuan terbatas dengan Gubernur Jatim Soekarwo dengan Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa dan Wagub terpilih Emil Dardak.
Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar menjelaskan, gubernur terpilih sudah melakukan pertemuan dengan pimpinan dewan dan ketua-ketua Fraksi sebagai pengambil keputusan politik di DPRD Jatim.

“Sudah disepakati di Bamus DPRD Jatim bahwa paripurna tentang sertijab dan penyampaian visi-misi Gubernur Jatim akan dilaksanakan Senin (18/2) mendatang,” ujar politisi asal Jombang ini, Senin (11/2/2019).

Gus Nanang, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa jadwal sertijab awalnya ada dua opsi, yakni 18 Februari atau 20 Februari. Namun pada 20 Februari, Pakde Karwo tidak bisa hadir karena bersamaan dengan penyerahan Ketua APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia). Sehingga, diputuskan sertijab digelar pada Senin (18/2) depan.

Sertijab akan diteruskan dengan penyampaian visi misi sang gubernur kepada seluruh anggota DPRD Jatim.

“Jadi pelantikan di istana negara 13 Februari, lalu 18 Februari serah terima jabatan di DPRD Jatim,” paparnya.

Pakde Karwo Pamitan
Sementara itu acara purnatugas gubernur-wakil gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (11/2/2019) malam tak komplet. Pasalnya Soekarwo hanya pamit seorang diri, tanpa didampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Padahal para undangan, terdiri dari pimpinan DPRD, Forkopimda, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, tokoh agama serta tokoh mayarakat se-Jatim semuanya hadir. Begitu pula Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih 2019-2024 Khofifah dan Emil Elestianto Dardak hadir dalam acara perpisahan tersebut.
Kemana Gus Ipul? “Pak Wagub ada tugas khusus yang belum selesai,” elak Pakde Karwo — sapaan akrab Soekarwo — usai pamitan dan mengucapkan permintaan maaf pada semua koleganya.
Ya! Ketidakhadiran Gus Ipul semakin mempertegas ketidakharmonisan hubungan pasangan yang populer dengan akronim Karsa selama dua periode itu. Sebab, Minggu (10/2/2019) malam, Gus Ipul masih sempat sowan ke kediaman Khofifah di kawasan Jemursari, Surabaya.
Memang, hubungan Gus Ipul dengan Pakde Karwo terbaca renggang sejak gubernur yang juga ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu tak mendukungnya di Pilgub Jatim 2018. Sebaliknya, malah mendukung Khofifah, rival keduanya selama dua kali Pilgub Jatim (2008 dan 2013).
Belakangan, Gus Ipul bahkan rajin mengkritik Soekarwo, termasuk menyatakan tak memiliki legacy (warisan) selama 10 tahun kepemimpinannya, sementar Gus Ipul menyebut dirinya tidak bisa berbuat banyak karena posisinya sebagai wakil.
Namun saat ditanya wartawan di kediaman Khofifah, Gus Ipul berdalih dirinya tak mengkritik Pakde Karwo, tapi hanya memberi catatan. “Bukan! Bukan saya mengkritik, tapi ini catatan saja,” ucapnya.
Dalam acara di Grahadi tersebut, Pakde Karwo mohon pamit karena Selasa pukul 24.00 WIB menjadi batas terakhir dalam memimpin Jatim. Selanjutnya, dia berharap Khofifah dan Emil bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Jatim.
“Ibu Khofifah dan Mas Emil yang melanjutkan kapal ini berjalan, menuju pelabuhan yang diidamkan masyarakat Jatim bersama,” ujarnya.
Menurut Pakde Karwo, masyarakat Jatim sangat plural. Suku, ras, agama, pandangan kelompok, pandangan politik di Jatim berjalan dengan damai.
    • “Mereka saling mendekati dan menyapa. Berbeda tetapi bersama hidup berdampingan. Tidak berlebihan jika saya menyamakan ini sebagai Indonesia mini. Jatim terbuka akan hal baru yang baik dan sungguh-sungguh melanjutkan nilai yang baik,” paparnya.
Dia juga meminta maaf selama memimpin. “Mohon maaf kalau ada hal yang maksud saya baik tapi keliru mengutarakan. Mohon maaaf sebesar-besarnya, semoga perjalanan kita tidak putus,” katanya.
“Bersaudara itu seperti air mancur. Ditebas dengan pedang apapun tidak bisa putus, karena hati dan perasaan yang berbicara,” tambahnya. (rmol/bjc)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.