Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan, tabur bunga di TMP. (reinno pareno/duta)

BOJONEGORO | duta.co  – Mengenang para pahlawan bangsa yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan dari penjajah dan jelang Hari Bhayangkara ke 74, Kapolres Bojonegoro M. Budi Hendrawan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bojonegoro Jalan KH Hasyim Asyari Bojonegoro, Senin (29/06/2020).

Kapolres memimpin langsung kegiatan tersebut. Turut hadir Wakapolres Bojonegoro Kompol Rendy Surya Aditama, Pejabat Utama Polres Bojonegoro, Kapolsek Rayon serta personil Sat Sabhara.

Hal yang sama dilakukan di TMP Desa Ngumpak Dalem Kecamatan Dander Bojonegoro dan di Monumen Rawi di Desa Trenggulunan Kecamatan Ngasem Bojonegoro.

“Ziarah dan tabur bunga adalah adalah satu wujud kecintaan kita kepada tanah air, serta untuk mengenang jasa para pahlawan,” terang kapolres.

Dari puluhan pahlawan di TMP Jalan KH Hasyim Ashari, salah satu yang ditabur bunga adalah makam Sersan Suwoto. Dari keterangan Irianto (69) warga Jalan Sawunggaling Bojonegoro Kota, dikisahkan Ketika itu pada 1949 di masa revolusi fisik, Belanda masih berambisi untuk menjajah kembali Indonesia.

“Di mana mana, baik di kota maupun di desa, termasuk kawasan Bojonegoro, rakyat dan tentara kita melakukan perlawanan. Di Bojonegoro, pasukan kita dipimpin oleh Kolonel Sudirman, ayah dari Basofi Sudirman, yang salah satu anggota pasukannya adalah sersan Suwoto,” katanya.

Lanjutnya, dalam suasana perang itu ada pemilihan kepala desa di Desa Drokilo Kecamatan Kedungadem Bojonegoro. Sersan Suwoto mencalonkan diri, yang tentunya punya pesaing. Secara kebetulan pasukan Belanda sedang mencari pusat pasukan Kolonel Sudirman. Hal itu konon dimanfaatkan oleh pesaing Sersan Suwoto untuk melaporkan pada pihak Belanda bahwa Sersan Suwoto yang menyembunyikan Kolonel Sudirman.

“Lalu Sersan Suwoto.ditangkap di rumahnya, diinterogasi tetapi tidak mengaku. Akhirnya mulut beliau ditembak peluru dari pistol, ditembak di depan dua putrinya yang masih kecil kecil,” terangnya yang pensiunan Pemkab Bojonegoro.

Sersan Suwito yang tidak takut, meskipun ditodong mulutnya dengan pistol itu cukup dikenal warga Kedungadem. Suharto (60) warga Desa Jamberejo Kecamatan Kedungadem Bojonegoro, juga mendengar peristiwa penembakan hingga meninggal dunia atas Sersan Suwoto.

“Karena penembakan sangat sadis terhadap Sersan Suwoto, Sehingga membuat shok anak almarhum, hingga mengalami trauma. Saya salut dengan keberanian Sersan Suwoto, semoga khusnul khotimah,” jelasnya. rno

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry