Praktisi Kebijakan Publik, Said Didu. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

JAKARTA | duta.co – Pengamat politik IndoStrategi Arif Nurul Iman, heran dengan pencopotan M Said Didu dari komisaris PT Bukit Asam, apalagi kalau itu terkait kritiknya terhadap divestasi Freeport.

“Kebijakan seperti itu tidak baik untuk kemajuan BUMN. Komisaris BUMN seharusnya profesional, namun dalam kenyataan komisaris digunakan sebagai konsesi politik untuk mendukung pemerintah,” ujar Arif kepada rmol, Jumat (28/12).

Said Didu yang dikenal sebagai mantan Sekretaris Kementerian ESDM, memang sangat expert di bidang pertambangan. Namun karena belakangan aktivitasnya lebih dekat dengan pihak oposisi, akhirnya membuat kubu pemerintah geram.

Oleh karena itu banyak komisaris BUMN yang sudah tidak sejalan dengan pemerintah kemudian dicopot dari jabatannya. Said Didu merupakan yang kesekian kalinya. Ini semakin menguatkan bahwa jabatan komisaris BUMN sebagai ‘alat tukar’ politik.

“Ya maka tidak heran jika berseberangan dengan pemerintah langsung dicopot jabatannya, seperti yang dialami Said Didu ini,” pungkasnya. (rus,rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.