Keterangan foto dutadamai.id

JAKARTA | duta.co – Aparat tak mau kecolongan. Ratusan personel Polres Jakarta Selatan, ditambah sejumlah sniper alias penembak jitu dikerahkan untuk mengawal sidang tuntutan terdakwa Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jaksel yang dijadwalkan Jumat (18/5/2018) pagi.

Maklum, sosok Aman Abdurrahman diyakini sebagai petholan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang melahirkan banyak teror di sejumlah tempat. JAD juga diyakini yang membombardir gereja di Surabaya beberapa waktu lalu. Sebelumnya ricuh napi teroris juga terjadi di rutan cabang Salemba, Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dalam sidang kali ini, sedikitnya 180 personel polisi disebar di sejumlah titik.

Jaksa penuntut menyebut Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman adalah penyebar paham radikal selama kurun waktu delapan tahun. Lelaki berusia 48 tahun itu menyebarkan paham tersebut ke sejumlah wilayah Indonesia melalui buku karangannya berjudul Seri Materi Tauhid atau mendengarkan melalui MP3 yang dapat diunduh dari situs Milah Ibrahim.

Aman diketahui sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dia merupakan mantan narapidana kasus terorisme yang bebas pada 17 Agustus 2017 setelah mendapat remisi hingga hampir 20 bulan.

Saat bom Thamrin terjadi, dia adalah terpidana kasus pelatihan bersenjata di Jalin Jantho, Aceh. Ia divonis 9 tahun penjara lantaran terbukti turut terlibat dalam pelatihan ala militer, yang juga menyeret Abu Bakar Baasyir.

Nama Aman mencuat kala terjadi peristiwa teror Bom Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016 lalu. Dia dikaitkan dengan peristiwa itu. Aman diduga mengendalikan jaringan yang menggerakkan keempat pelaku teror itu.

Peristiwa tersebut pula yang membuat Aman dijemput tim Densus 88 Antiteror Polri dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan pada 13 Agustus 2017 atau empat hari jelang kebebasan dirinya.

“Bom Thamrin itu, salah satu daripada perancangnya adalah Oman,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri kala itu, Brigjen Rikwanto di Mapolda Metro Jaya kala itu.

Selain sebagai perancang, Aman disebut berperan memobilisasi teror yang menewaskan delapan orang tersebut. Bahkan, dia ditengarai menyalurkan dana untuk teror di jantung Ibu Kota itu.”Dana dari Abu Jandal, lalu ke Rois, kemudian Oman,” beber Rikwanto saat itu. (bdr,rmol)

Tinggalkan Balasan