Oleh Isfandiari MD

“INI untuk kIai, ini untuk NU,,” Itulah yang diucap warga nahdiyin saat memberikan beras, sayuran, kambing bahkan sapi pada tuan rumah pesantren Bahrul Ulum Tambakberas lewat KH.Hasib Wahab Hasbullah. Mereka tak perlu dicatat nama, tak perlu dikenang tapi menjadi fakta sejati betapa NU dicintai warganya. “Mereka memberikannya demi cinta,” jelas Saifulah Yusuf ketua panitia Muktamat ke 35 sekaligus sekjen PBNU periode ini.

Memang bukan peristiwa biasa. Ada pengurus yang diundang dan laksanakan sidang pleno-komisi. Lebih banyak lagi warga Romlah alias Rombongan lillahita alla, naik pesawat,kereta api,bus,mobil pribadi. Mereka tak berhasrat masuk area pembukaan karena tak dilengkapi ID card,cukup enjoy,santai,silaturahmi.Malah demi merasakan suasana Muktamar, rela lelaku ‘out of the box’ seperti perjuangan anggota Lesbumi Wildan Abadi naik sepeda othel dari Balikpapan ke Tambakberas Jombang. Tak hanya dia, ada nahdiyin Sumatra pakai sepeda sejenis dari Sumatra .”Ini Moment silaturahmi langka Saya kesini bukan hadir rapat atau masuk ke tenda pembukaan tapi merasakan vibes di venue,” jelas Olan Romlah asal Jakarta keturunan Sumatra Utara.

Ia merasakan kehangatan itu.Tadi malam (26/8) ia habiskan malam berputar seputaran pesantren sampai adzan subuh. “Saya mampir di satu kedai kopi, berkenalan dengan dua nahdiyin asal Pontianak, Sholihin dan Khoiri. Obrolan seru mulai soal jagoan ketum sampai masalah santri. Sangat akrab bagai teman lama. Malah saat berpisah mereka traktir kopi dan makanan saya,” haru Dheyna Hasiholan. Inilah wujud persahabatan persaudaraan ala NU.Sesuai petuah muasis Rois Akbar Mbah KH.Hasyim Asy’ari:.NU itu penuh cinta,kasih sayang,persahabatan,serta keterhubungan jiwa dan raga.Alhamdulillah…..(*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry