Seorang pria yang diduga begal yang diamankan dari rumah seorang anggota polisi, Sabtu (12/1/2019), malam. (DUTA.CO/Abdul Aziz)

PASURUAN | duta.co – Meningkatnya aksi begal yang kerap terjadi di kawasan timur Kabupaten Pasuruan, membuat warga kesal hingga pelaku dihakimi beramai-ramai hingga nyaris tewas. Kali ini dialami seorang pemuda diduga merupakan pelaku begal yang dihajar beramai-ramai oleh warga di Dusun Sumur Waru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (12/1/2018), sekitar pukul 23.40 wib.

Warga yang geram dan tak puas, terus menghujaninya dengan bogeman dan tendangan ke tubuh pelaku. Kuatir tewas, begal tersebut berhasil diamankan di rumah seorang anggota polisi di lingkungan di Jl H. Imam, Sumur Waru Barat. Bahkan saking jengkelnya warga terdengar teriakan bernada hujatan, berkata maling, ke arah rumah polisi yang mengamankan pelaku. Mereka meminta agar pelaku dikeluarkan.

Polisi terlihat sigap berjaga di depan rumah itu, bergeming dengan teriakan-teriakan warga. Tak berapa lama sepasukan polisi dan koramil datang, turut mengamankan lokasi, beberapa diantaranya masuk ke dalam rumah. Bahkan Kades setempat, mencoba menenangkan warga yang terus memburu pelaku. Polisi pun akhirnya menggelandang pelaku ke mobil polisi.

Saat ke luar dari rumah polisi itu, sejumlah warga juga mencoba memukulkan bogem mentahnya ke arah tubuh pemuda berbaju batik warna hijau itu. Sejumlah warga mengatakan, pria itu bersama dua temannya, sebelumnya didapati mengejar pengendara motor, seperti akan dibegalnya. “Mereka ini berjumlah 3 orang. Namun yang 1 orang berhasil kita tangkap,” tandas Imron, salah satu warga sekitar, saat berada di lokasi

Tertangkapnya pelaku ini, setelah ada seorang pengendara motor yang dipepet oleh 3 pelaku, hingga aksi kejar-kejaran di tengah pemukiman itu terhenti di gang. Korban yang berteriak maling, sontak warga sekitar berhamburan keluar rumah setelah sejumlah warga memergokinya. Dua pelaku, berhasil lolos. Sedangkan pria berbaju batik tertangkap dan jadi bulanan warga.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pemuda yang ditangkap warga bukan pelaku begal.”Ini karena salah paham saja. Mereka bersitegang, sehingga terjadi kejar-kejaran di antara mereka di jalan, hingga seorang yang dikejar masuk ke gang dan berteriak maling,” terangnya, saat dihubungi, Minggu (13/1/2019). (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.