Korban, Moch Sholehudin semasa hidupnya. (foto/duta/abdul aziz)
PASURUAN | duta.co  – Moch Sholehuddin (21), warga Dusun Ujunggunung RT 004 RW 009, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, dikabarkan hilang saat melaut di perairan Lekok perbatasan perairan Madura, Selasa (14/11) sekitar pukul 09.00 Wib. Diduga, korban terjatuh, setelah terhempas angin kencang, saat merapikan layar perahu, di tengah lautan. Tentu saja hilangnya pemuda lajang ini, masih dalam pencarian tim SAR bersama warga.
Insiden itu berawal saat Sholehuddin bersama rekannya bernama Umar dan Muzammil, bersama-sama mencari ikan. Diperkirakan, keduanya saat itu telah mendapatkan hasil tangkapan ikan dan bersiap-siap hendak kembali ke daratan.
Seperti biasanya, mereka kemudian mencoba merapikan peralatan dan perlengkapan tangkapnya, mulai menggulung jaring hingga membentangkan layar perahu.
Namun, tanpa diduga-duga, Sholehuddin terjatuh ke dalam air, ketika merapikan layar parahunya. Korban terjatuh setelah angin kencang menerjang hingga menghempaskan tubuhnya, tercebur ke laut. Umar, yang juga pemilik perahu itu, tanpa komando bersama Muzammil mencoba menyelamatkan korban. Tapi tubuh pemuda itu seperti lenyap ditelan besarnya ombak bersama hembusan angin kencang saat itu.
Umar terpaksa menghentikan pencarian, saat melihat perahunya kian menjauh, hingga akhirnya diputuskan kembali untuk mencari pertolongan. Hampir satu jam kemudian, Umar dan Muzammil sesampainya di daratan. Hal pertama kali yang dilakukan mereka adalah menuju rumah korban untuk memberitahukan peristiwa tenggelamnya korban ke pihak keluarga.
Tidak berapa lama, ia bersama keluarga melapor ke pihak berwenang sekaligus untuk mendapatkan pertolongan atau pencarian terhadap korban yang memiliki rambut lurus dan berkulit kuning itu. “Katanya korban gak bisa berenang. Pak Umar terus mencari, tapi nggak ketemu, sehingg diputuskan untuk kembali ke daratan karena upaya mencari Sholehudin gak ketemu,
”ujar Kasat Polairud Polres Pasuruan, AKP Poerlaksono, Selasa (14/11).
Hingga saat ini, Tim SAR bersama-sama Polairud Surabaya dan Pasuruan masih melakukan pencarian di areal sekitar 6 mil dari pantai Lekok. Sedangkan, warga sekitar mengerahkan sedikitnya tiga perahu untuk berusaha menemukan korban di tengah lautan. Pihak Polairud meminta pada masyarakat khususnya kalangan nelayan agar berhati-hati saat melaut lantaran cuacanya ekstrem. (dul)
BAGIKAN

Tinggalkan Balasan