
LAMONGAN | duta.co – Seorang ibu rumah tangga berinisial SNK (45) warga Dusun Ploso Lebak RT 014 RW 003 Desa Tambak Ploso Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, nekat membakar dirinya menggunakan bensin hingga tewas.
Peristiwa bunuh diri itu terjadi pada Minggu (23/2/25) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban nekat membakar dirinya dengan bensin diduga karena tekanan beban keluarga, suami korban mengalami sakit stroke yang tidak kunjung sembuh.
Kapolsek Turi, AKP Suroto mengatakan, pada hari Senin (24/2/25) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, petugas Polsek Turi mendapat kabar dari perangkat desa Tambak Ploso bahwa ada warganya meninggal dunia di Rumah Sakit Muhammadyah Lamongan dengan cara bunuh diri di rumahnya.
Ia menjelaskan, menurut keterangan saksi, Prayogo (22) waktu itu saksi melihat korban membeli bahan bakar jenis pertalite dengan membawa botol plastik air mineral kurang lebih 1,5 liter di warung yang tidak jauh dari rumah korban.
“Tidak lama kemudian, saksi mendengar informasi kalau korban bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya menggunakan bahan bakar bensin pertalite. Korban sempat teriak minta tolong keluar di halaman depan rumah dalam keadaan luka bakar di seluruh tubuh,” kata AKP Suroto, Senin (24/2/25).
Adik korban yang bernama Kartono dan warga membawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) untuk dilakukan perawatan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia pada hari Minggu tanggal 23 pebruari 2025 pukul 22.35 WIB.
“Berdasarkan keterangan dokter, korban meninggal dunia karena mengalami luka bakar 89 persen, selanjutnya korban dibawa pulang kerumah duka. Korban nekat membakar dirinya dengan bensin diduga karena tekanan beban keluarga, suami korban mengalami sakit stroke yang tidak kunjung sembuh,” tandas Suroto.
“Keluarga korban juga telah membuat surat pernyataan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” imbuh dia. (ard)






































