
PROBOLINGGO | duta.co – Di sebuah rumah sederhana di Desa Satreyan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Dewi Agustina (21) tak bisa menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Putrinya, Alisa Saswani, akhirnya mendapatkan kesempatan yang sudah lama ditunggu: operasi gratis untuk menangani kondisi bibir dan langit-langit sumbing yang dialaminya sejak lahir.
“Anak saya sudah sumbing dari lahir dan selalu kontrol rutin tiap bulannya. Alhamdulillah, sehat,” ucap Dewi lirih.
Dengan penuh kesabaran, ia mengikuti setiap proses dan pemeriksaan, meski sempat mengalami kekecewaan saat anaknya tidak lolos skrining operasi di RSUD Waluyo Jati Kraksaan karena usia dan berat badan yang belum memenuhi syarat.
Namun Dewi tak menyerah. Ketika Alisa mencapai usia dan berat badan yang masuk kategori golden period, yaitu usia lima bulan dan berat badan lima kilogram, Dewi mendapatkan kabar gembira dari Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) bahwa putrinya bisa diikutsertakan dalam program operasi gratis di RS Rizani Paiton.
“Saya merasa kasihan sekali pada anak saya. Tapi saya tetap berusaha memberikan yang terbaik. Sudah lama saya menunggu kabar seperti ini,” tutur Dewi.
Meskipun Alisa mengalami kelainan pada bibir dan langit-langit, proses menyusuinya tetap berjalan lancar. “Untuk minum, Alisa tidak pernah kesulitan,” tambahnya.
Bagi Dewi Agustina, ini bukan hanya sekadar bantuan medis. Ini adalah cahaya harapan.
“Alisa akhirnya punya kesempatan untuk tumbuh seperti anak-anak lain. Saya sangat bersyukur,” tutupnya.
Kisah Dewi dan Alisa adalah satu dari 12 cerita harapan yang mewarnai pelaksanaan operasi bibir dan/atau celah langit-langit sumbing gratis di Rumah Sakit Rizani, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (3/5/2025).
Kegiatan ini digelar dalam rangka Pekan Kesadaran Bibir dan/atau Celah Langit-langit Sumbing yang berlangsung dari 3–11 Mei 2025.
Operasi ini merupakan wujud kolaborasi multipihak atau konsep Pentahelix yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, K3S Probolinggo, PT Paiton Energy, PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI), Yayasan Surabaya Cleft Lip & Palate (CLP) Center, dan RS Rizani sebagai pelaksana medis.
Head of External Relations PT Paiton Energy, Bambang Jiwantoro, menegaskan pentingnya sinergi multipihak untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat, khususnya kondisi bibir sumbing yang masih menyimpan stigma sosial.
“Operasi bibir sumbing tidak hanya memerlukan intervensi medis, tetapi juga dukungan sosial, logistik, dan komunikasi yang kuat. Sinergi pentahelix adalah fondasi keberhasilan program ini,” tegasnya.
Direktur RS Rizani, Dr. Mirrah Samiyah, menyatakan bahwa program ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilakukan sejak Agustus 2024.
“Kami percaya setiap anak berhak untuk tumbuh dan berkembang tanpa hambatan kesehatan bawaan. Lewat kegiatan ini, kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk hidup sehat dan percaya diri,” ujarnya.
Ketua Tim Medis Surabaya CLP Center, Dr. Lobredia Zarasade, turut mengapresiasi dukungan semua pihak.
“Kolaborasi ini sangat penting bagi keberlanjutan layanan kami. Semoga operasi hari ini memberi dampak positif bagi anak-anak penerima manfaat,” katanya.
Assistant Bupati Probolinggo, Hary Kriswanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini mendukung visi daerah dalam menciptakan masyarakat sehat, sejahtera, dan berdaya saing melalui prinsip “SAE” (Sinergi, Aksi, Efektif).
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau hingga pelosok desa,” ujarnya. hul