BEASISWA : Lusia (dua dari kanan) kegirangan ketika melihat namanya tertera sebagai peserta yang lolos seleksi berikutnya di ajang seleksi Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 di JX Expo, Selasa (23/7). DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Lusia langsung memeluk tiga temannya usai melihat namanya tertera di kertas yang tertempel di papan pengumuman,di JX International Expo, Selasa (23/7). Dia terlihat senang, sebab bisa melaju ke babak kedua untuk seleksi Djarum Beasiswa Plus 2019/2020.

Lusia bersama tiga temannya dari 64 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang lolos seleksi beasiswa ini. “Kami berempat ini dari Fakultas Ekonomi Bisnis jurusan Ekonomi Pembangunan. Alhamdulillah,” ujarnya sambil menyeka air matanya.

Lusia pantas terharu. Karena untuk bisa mengikuti seleksi beasiswa ini tidaklah mudah. Karena kemampuan akademik diutamakan selain memiliki kemampuan lain seperti organisasi dan sejenisnya. “Lolos ke seleksi kedua, tidak menyangka. Karena dari dafrar sampai tes tulis itu tidak mudah. Sulit, benar-benar tidak main-main,” tandasnya.

Dalam seleksi dua hari yang digelar Selasa (23/7) hingga Rabu (24/7), peserta mengikuti tes tulis berupa kemampuan akademik. Ada 500 mahasiswa dari tujuh universitas di Surabaya ini yang ikut seleksi tahap pertama. Tujuh kampus itu pun harus yang sudah menjalin kerjasama dengan Djarum Foundation.

Tujuh kampus itu adalah Universitas Airlangga, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Surabaya, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Setelah mereka dinyatakan lolos administrasi yang dilakukan secara online salah satunya adalah Indek Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3.0 pada semester tiga, maka akan mendapatkan kesempatan mengikuti tes tulis ini.

Lolos seleksi tulis, mahasiswa akan ditantang untuk mengikuti Group Assignment Test (GAT) di mana mahasiswa dari berbagai kampus akan dibentuk menjadi kelompok untuk memecahkan permasalahan yang ada.  Setelah itu, peserta yang lolos akan mengikuti wawancara individu.

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Carvey Dominique Sando yang ditemui di sela-sela tes tulis mengatakan Djarum Beasiswa Plus 2019/2020 memang berbeda dengan program beasiswa lainnya.

Ini memang bukan sekadar mendapatkan biaya pendidikan namun penerima akan memperoleh benefit yang jauh lebih besar yakni soft skill. “Jadi materi tes itu menitikberatkan pada kemampuan untuk berpikir kritis (critical thinking),” ujar Carvey Dominique Sando.

Antusiasme mahasiswa untuk mengikuti rangkaian Seleksi Beswan Djarum 2019/2020 terlihat dari banyaknya jumlah pendaftar dari kampus-kampus besar di Surabaya. Menurut Carvey, hal ini tak lepas dari sikap generasi muda saat ini yang semakin kritis dan tertarik mengembangkan keterampilan lunak (soft skills), selain dari sisi akademik yang didapatkan di perguruan tinggi.

“Setelah mendapatkan hard skills atau pencapaian akademik dari kampus, Beswan Djarum dapat menyelaraskan dengan soft skills yang diperoleh. Hal ini sangat berguna untuk bekal di kemudian hari serta pengembangan diri dan karakter saat para Beswan Djarum menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang cakap baik secara inteligensia dan emosional,” jelas Carvey.

Pada program Djarum Beasiswa Plus, penerima beasiswa yakni Beswan Djarum akan menerima beragam soft skills seperti Character Building yang bertujuan untuk membekali karakter para Beswan Djarum dengan enam kualitas dasar seperti keingintahuan, inisiatif, kegigihan, adaptabilitas, kepemimpinan dan kesadaran akan isu sosial serta budaya.

Serius mengerjakan soal yang tidak mudah. DUTA/istimewa

Lalu, ada pula Leadership Development yang melatih para Beswan Djarum menjadi pemimpin yang visioner, komunikatif dan mampu menggerakkan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Selain beragam soft skills tersebut, Beswan Djarum juga mendapat kesempatan menunjukkan kompetensi mereka dengan berbagai kompetisi seperti Writing Competition dan Vlog Competition. Para Beswan Djarum juga bisa melangkah lebih jauh ke kancah internasional melalui program International Exposure yang memberikan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan kompetisi berskala internasional.

 Tak berhenti di sana, Beswan Djarum juga diberikan kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat melalui Community Empowerment sehingga mendorong masyarakat melahirkan solusi terhadap masalah sosial, ekonomi atau lingkungan di sekitar tempat mereka berada.

Di akhir periode, Beswan Djarum akan menerima pembekalan berupa Nation Building yang bertujuan menguatkan wawasan kebangsaan terhadap keberagaman yang ada di Indonesia.

“Dengan beragam soft skills yang ada dalam Djarum Beasiswa Plus ini, kami berharap di masa mendatang Indonesia memiliki generasi yang semakin berkualitas sehingga bisa membawa bangsa ini semakin maju dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya,” tutup Carvey.

 Selain Surabaya, seleksi Djarum Beasiswa Plus di kawasan Jawa Timur juga dilakukan di Jember, Malang dan Sumenep. Tes serupa dilakukan pula di Indonesia bagian Timur seperti di Papua, Ambon & Maluku, Sulawesi serta Bali & Nusa Tenggara. rid/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry